Manfaatkan AI, Fasilitas Ini Bantu Investor Pahami Kondisi Pasar 70 Persen Lebih Cepat
keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor.
IDXChannel - Kebutuhan literasi dan inklusifitas di tengah gelombang digitalisasi di industri pasar modal nasional terus berkembang, dan senantiasa berubah seiring waktu.
Tak hanya sekadar memahami rekam jejak emiten, kondisi pasar hingga deretan sentimen yang sedang bermunculan, tantangan investor di era digital juga terkait dengan adaptivitas terhadap dinamika pasar dan juga perkembangan teknologi terkini.
Dengan kemampuan adaptasi yang baik, serta pandangan yang selalu terbuka terhadap perkembangan teknologi, diyakini dapat turut membantu investor dalam mendukung proses pengambilan keputusan investasi.
"Cara investor dalam mengambil keputusan kini telah bergeser. Bagaimana pun, investor membutuhkan akses terhadap informasi yang lebih cepat, insight yang lebih relevan, serta dukungan teknologi yang dapat membantu mereka memahami pasar dengan lebih baik," ujar Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, dalam Talkshow Investasi, yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (4/8/2026).
Dengan pemahaman tersebut, menurut Ricki, pihaknya sejak April 2026 lalu telah menggagas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang diintegrasikan dalam sebuah platform investasi, yang dapat membantu investor dalam memahami informasi pasar secara lebih efisien dan terarah.
Sejak diluncurkan, layanan yang diberi nama Tuntun AI tersebut telah digunakan untuk lebih dari 50.000 pertanyaan dari pengguna, dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis, di mana layanan tersebut diklaim mampu mempermudah dan mempercepat proses investor dalam memahami data pasar.
"Fitur ini terbukti dapat membantu pengguna dalam memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat. (Layanan) Ini tentu mengubah cara investor mengakses informasi, membaca peluang, dan mengambil keputusan dalam investasi," ujar Ricki.
Meski demikian, Ricki juga menggarisbawahi bahwa kehadiran Tuntun AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan investor, melainkan sebagai alat bantu yang memperkaya proses analisis dan mempercepat pemahaman terhadap data pasar.
Dalam hal ini, peran AI bukan sebagai pengganti judgment investor, melainkan hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah.
Pada akhirnya, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor.
"Bagi kami, literasi investasi di era digital tidak hanya soal kemampuan dalam bertransaksi, tetapi juga kemampuan memahami informasi, membaca risiko, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab," ujar Ricki.
Tak hanya itu, upaya penguatan teknologi dan riset di industri pasar modal, disebut Ricki juga semakin penting, seiring dengan prospek pasar dan ekonomi Indonesia yang terus berkembang, di mana masih memiliki ruang pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental ekonomi, perkembangan sektor produktif, serta meningkatnya partisipasi investor di pasar modal.
"Kami optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Dengan dukungan teknologi, riset yang semakin komprehensif, serta literasi investasi yang terus meningkat, kami percaya investor dapat memiliki fondasi yang lebih baik dalam memahami peluang dan risiko di pasar modal," ujar Ricki.
(taufan sukma)