Matahari (LPPT) Patok Dividen Rp250 per Saham, Yield Tembus 13 Persen
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp250 per saham.
IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp250 per saham. Besaran dividen tersebut selaras dengan yang diusulkan manajemen sebelumnya.
Pada jeda perdagangan sesi I, Rabu (15/4/2026), harga saham LPPF melemah 1,3 persen ke Rp1.935. Dengan demikian, dividen tersebut mengindikasikan imbal hasil (yield) sekitar 13 persen.
"Menyetujui pembagian dividen final dari laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sejumlah Rp250 per saham," kata manajemen Matahari.
Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp725 miliar atau setara dengan Rp321 per saham. Dengan kata lain, rasio pembayaran dividen tersebut sekitar 78 persen dari total laba bersih tahun lalu.
Kendati demikian, besaran dividen tunai untuk tahun buku 2025 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp300 per saham.
Dividen yang lebih rendah tersebut disebabkan keputusan manajemen Matahari untuk memperbesar alokasi belanja modal pada 2026. Sisa laba bersih tahun lalu akan ditetapkan sebagai laba ditahan dan digunakan dalam rangka mendukung pengembangan usaha perseroan.
Pada tahun ini, belanja modal Matahari akan difokuskan untuk membuka gerai baru, merenovasi gerai lama, pemeliharaan teknologi, dan memperkuat private label. Salah satu fokus pengembangan yakni memperluas brand SUKO untuk melayani lebih banyak segmen konsumen serta melakukan ekspansi MU+KU di mal-mal strategis dengan trafik tinggi.
(Rahmat Fiansyah)