MARKET NEWS

Merck (MERK) Beberkan Strategi Baru usai Kontrak dengan P&G Berakhir di 2027

Dhera Arizona Pratiwi 09/10/2026 14:10 WIB

PT Merck Tbk (MERK) menegaskan komitmen untuk terus berfokus pada bisnis obat-obat resep setelah berakhirnya kontrak dengan Procter & Gamble (P&G).

Merck (MERK) Beberkan Strategi Baru usai Kontrak dengan P&G Berakhir di 2027. (Foto Dhera/IDX Channel)

IDXChannel - PT Merck Tbk (MERK) menegaskan komitmen untuk terus berfokus pada bisnis obat-obat resep setelah berakhirnya kontrak dengan Procter & Gamble (P&G) pada 31 Desember 2027 dan tidak diproduksinya lagi produk Consumer Health.

Direktur Merck (MERK) Arryo Aritrixso Wachjuwidajat mengatakan, Merck berkomitmen untuk memperkuat produksi dan pemasaran obat-obat resep sebagai bagian penting dari kontribusi perseroan bagi kesehatan masyarakat Indonesia, sekaligus mengoptimalkan kapabilitas Pabrik Pasar Rebo untuk mendukung kebutuhan pasar domestik dan memperluas jangkauan ke pasar Asia.

"Dengan fokus pada kebutuhan pasien dan pengembangan portofolio, kami siap membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang," ujarnya dalam public expose di Jakarta, ditulis Jumat (9/10/2026).

Dia menegaskan, Merck tetap fokus pada bisnis obat resep, dengan memproduksi di Pabrik Pasar Rebo Jakarta, mengimpor produk jadi berbasis bioteknologi, serta memasarkan produk-produk tersebut di Indonesia. Saat ini sekitar 60 persen penjualan Healthcare berasal dari produk bioteknologi impor dan sekitar 40 persen dari produksi sendiri.

Pabrik Pasar Rebo juga disiapkan untuk memperkuat kontribusi ekspor obat resep. Dalam tiga tahun ke depan, pabrik ini secara bertahap akan memproduksi Glucophage XR, Glucophage IR, Glucovance, dan Concor untuk pasar Asia.

"Rencana ekspansi mencakup Filipina pada 2026, serta Hong Kong, Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand pada 2027–2029," kata dia.

Di pasar domestik, produk-produk Merck masih menempati posisi nomor satu di sejumlah area terapi, yaitu tiroid (Euthyrox dan Thyrozol), kardiovaskular (Concor), diabetes (Glucophage dan Glucovance), multiple sclerosis (Mavenclad dan Rebif), fertility (Pergoveris dan Gonal-f), growth hormone (Saizen), serta onkologi (Erbitux untuk kanker kolorektal).

Pertumbuhan Merck sebesar 7,7 persen berada di atas pertumbuhan pasar total sebesar 6,2 persen dan pasar ethical sebesar 6,5 persen. Perseroan juga menempati posisi nomor delapan dalam peringkat perusahaan farmasi asing (MNC).

Selain itu, perseroan terus mengakselerasi produk Bavencio dan Mavenclad, meluncurkan TEPMETKO (tepotinib) untuk kanker paru-paru, serta menjajaki potensi tambahan produk dari akuisisi SpringWorks yang akan disesuaikan dengan business case untuk pasar Indonesia.

Sebagai informasi, MERK telah mengumumkan pencatatan penurunan nilai aset Pabrik Pasar Rebo Jakarta sebesar Rp87 miliar pada 30 September 2026. Penurunan nilai ini terutama dipengaruhi oleh perubahan material dalam prospek volume produksi, utilisasi kapasitas, dan arus kas masa depan menjelang berakhirnya MSA dengan P&G, serta berdampak pada nilai tercatat aset dan laba perseroan pada 2026.

Risiko penyesuaian nilai aset ini telah diungkapkan dalam Laporan Tahunan 2024 dan 2025.

Direktur Merck (MERK) Bambang Nurcahyo menyampaikan, transparansi adalah prinsip yang dipegang perseroan. Karena itu, perseroan mengevaluasi nilai aset Pabrik Pasar Rebo secara cermat bersama penilai independen dan mencatat penurunan nilai tersebut sesuai dengan hasil evaluasi serta ketentuan akuntansi yang berlaku.

"Langkah ini mencerminkan komitmen kami terhadap tata kelola yang baik dan memperkuat fondasi Perseroan untuk bertumbuh ke depan," ujarnya.

Evaluasi perseroan mempertimbangkan hasil penilaian dari penilai independen KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan (KJPP SRR), yang menetapkan nilai pasar aset sebesar Rp93 miliar per 31 Agustus 2026.

Dengan menerapkan pendekatan konservatif sesuai panduan Merck Group Accounting dan ketentuan PSAK yang berlaku, perseroan mengakui beban penurunan nilai sebesar Rp87 miliar, sehingga nilai buku neto aset setelah penurunan nilai menjadi Rp75 miliar.

Pencatatan dilakukan pada September 2026 agar tercermin dalam pembukuan kuartal III-2026, sehingga publik memperoleh transparansi dan informasi lebih cepat.

(Dhera Arizona)

SHARE