Merdeka (MDKA) Raih Laba di Kuartal I-2026, Margin Emas dan Nikel Membaik
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026, ditandai dengan perbaikan profitabilitas pada segmen emas dan nikel.
IDXChannel - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026, ditandai dengan perbaikan profitabilitas pada segmen emas dan nikel yang menjadi bisnis inti perseroan di samping tembaga.
Merdeka meraup pendapatan sebesar USD620,3 juta pada Januari-Maret 2026, tumbuh 24 persen secara tahunan. EBITDA meningkat 182 persen menjadi USD249,9 juta
Sedangkan laba bersih tercatat sebesar USD57,5 juta, berbalik dari rugi pada kuartal I-2025 yang sebesar USD3,7 juta. Hal ini mencerminkan perbaikan signifikan dari sisi profitabilitas.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro mengatakan, perseroan menjalani awal 2026 dengan kuat, didukung oleh kenaikan harga jual emas, peningkatan volume penjualan lemonit, penguatan margin nikel, serta kontribusi dari penjualan perdana dari Tambang Emas Pani.
"Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami yang berkelanjutan pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel, dan tembaga," katanya dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).
Emas menjadi kontributor terbesar terhadap EBITDA MDKA pada kuartal I dengan kontribusi sebesar ASD89 juta, diikuti Nickel Pig Iron (NPI)USD67 juta, limonit sebesar UYD48 juta, High-Grade Nickel Matte (HGNM) USD25 juta, dan tembaga sebesar USD19 juta. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan MDKA dalam menangkap peluang penguatan margin melalui portofolio logam yang terdiversifikasi.
Total produksi emas MDKA meningkat 5 persen secara tahunan menjadi 26.652 ounces pada kuartal I 2026, terutama didukung oleh kontribusi produksi perdana dari Tambang Emas Pani yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Tambang Emas Tujuh Bukit mencatat harga jual rata-rata sebesar USD4.841 per ounce, dengan biaya kas sebesar USD685 per ounce termasuk royalti dan kredit perak, sehingga menghasilkan margin tunai sebesar USD4.156 per ounce.
Pada segmen nikel, kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) ditopang oleh peningkatan volume penjualan bijih serta membaiknya harga jual. Volume bijih yang ditambang meningkat 143 persen secara tahunan menjadi 7,7 juta wet metric tonnes (wmt) pada kuartal I 2026, didorong oleh kenaikan produksi limonit dan saprolit.
Margin nikel tetap kuat, dengan saprolit dan limonit masing-masing mencatat margin tunai sebesar 14 persen dan 50 persen. Sementara itu, NPI mencatat margin kas sebesar 29 persen, didukung oleh harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan berkurangnya ketergantungan terhadap saprolit pihak ketiga.
MDKA juga terus memajukan sejumlah platform pertumbuhan utama selama dan setelah periode pelaporan. Proyek Tembaga Tujuh Bukit saat ini berada dalam tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study), dengan penyelesaian ditargetkan pada semester II-2026. Di Pani, EMAS mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa, yang meningkatkan total sumber daya mineral Tambang Emas Pani dari 7,0 juta ounces menjadi sekitar 7,4 juta ounces emas.
EMAS juga menyelesaikan pencatatan sekunder di papan utama The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada Juni 2026, memperluas akses perseroan kepada investor internasional.
Di segmen hilir nikel, PT ESG New Energy Material memproduksi 5.194 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (“MHP”) pada 1T26, didukung oleh pengiriman bijih yang lebih efisien setelah penyelesaian Feed Preparation Plant di Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan jalur pipa slurry menuju IMIP pada kuartal IV-2025 lalu. Proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) telah menyelesaikan commissioning pada akhir kuartal II 2026 dan saat ini menunggu penerbitan Izin Usaha Industri (IUI). Produksi dijadwalkan meningkat secara bertahap sepanjang semester kedua 2026.
MDKA mempertahankan posisi likuiditas yang solid sepanjang kuartal tersebut. Per 31 Maret 2026, Perseroan memiliki kas dan bank sebesar USD545 juta serta fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar USD130 juta. Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada pada level 3,0 kali, di bawah batas rasio yang dipersyaratkan sebesar 5,0 kali.
"Ke depan, MDKA berada pada posisi yang baik untuk melanjutkan momentum kinerja kuartal I 2026, didukung oleh penguatan margin emas, peningkatan volume bijih nikel, peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara bertahap, pengembangan proyek hilir nikel, serta kemajuan Proyek Tembaga Tujuh Bukit. Perseroan akan terus berfokus pada alokasi modal yang disiplin, efisiensi operasional, dan pengembangan portofolio yang terdiversifikasi untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang," kata Albert.
(Rahmat Fiansyah)