Mitra Keluarga (MIKA) Cetak Laba Bersih Rp684 Miliar di Semester I-2026
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatatkan kinerja yang solid pada semester I-2026 dengan membukukan pertumbuhan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih.
IDXChannel - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatatkan kinerja yang solid pada semester I-2026 dengan membukukan pertumbuhan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Pencapaian tersebut didorong oleh strategi perseroan dalam meningkatkan kualitas pendapatan melalui penguatan layanan spesialis, peningkatan kompleksitas kasus yang ditangani, serta bertambahnya kontribusi pasien swasta.
Pada semester I-2026, Mitra Keluarga membukukan pendapatan sebesar Rp2,77 triliun, meningkat 8,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA tumbuh 7,4 persen menjadi Rp1,06 triliun, sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 7 persen menjadi Rp684 miliar.
Pertumbuhan tersebut dicapai meski jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan masing-masing turun 1,8 persen dan 0,9 persen secara tahunan. Kinerja ini mencerminkan keberhasilan strategi perseroan dalam meningkatkan pendapatan per pasien melalui layanan dengan nilai tambah dan kompleksitas yang lebih tinggi.
Investasi berkelanjutan pada layanan spesialis, teknologi medis, dan pusat-pusat layanan unggulan menjadi pendorong utama peningkatan kualitas pertumbuhan tersebut.
Presiden Direktur PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, Rustiyan Oen, mengatakan Perseroan terus berfokus membangun pertumbuhan yang berkualitas melalui peningkatan komposisi pasien swasta dan pengembangan layanan spesialis.
"Strategi kami terus meningkatkan kualitas pendapatan melalui komposisi pasien swasta yang semakin kuat, perluasan layanan spesialis, serta peningkatan kompleksitas kasus klinis yang ditangani di seluruh jaringan rumah sakit kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Sejalan dengan strategi tersebut, kontribusi pasien swasta meningkat menjadi 90 persen dari total pendapatan pada semester I-2026, dibandingkan 88 persen pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya kontribusi covered patient, yakni pasien yang ditanggung perusahaan maupun asuransi, dari 58 persen menjadi 62 persen dari total pendapatan.
Perseroan juga mencatat peningkatan kontribusi layanan dengan tingkat kompleksitas tinggi menjadi 27,7 persen dari total pendapatan, dibandingkan 23,2 persen pada semester I-2025. Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya permintaan terhadap layanan unggulan di bidang onkologi, kardiovaskular, neurosains, ortopedi, urologi, dan diagnostik lanjutan.
Peningkatan kompleksitas layanan turut mendorong kenaikan Average Revenue per Inpatient Day (ARPID) sebesar 12,2 persen dan Average Revenue per Outpatient Visit (ARPOP) sebesar 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami terus meningkatkan nilai yang dihasilkan dari setiap layanan yang kami berikan kepada pasien melalui pengembangan layanan spesialis dan penanganan kasus dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi," kata Rustiyan.
Meski porsi pendapatan dari obat-obatan dan bahan medis habis pakai meningkat sehingga margin laba kotor turun menjadi 53,4 persen dari 54,7 persen, perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui disiplin pengelolaan biaya dan peningkatan efisiensi operasional.
Dari sisi keuangan, Mitra Keluarga menutup semester I-2026 dengan posisi kas bersih sebesar Rp3,0 triliun dan tanpa utang. Perseroan juga mempertahankan cash conversion cycle negatif selama dua hari, yang mencerminkan kuatnya arus kas dan efektivitas pengelolaan modal kerja.
Posisi keuangan yang solid tersebut akan menjadi landasan bagi Perseroan untuk melanjutkan investasi pada layanan spesialis, teknologi medis, pembangunan rumah sakit baru, penambahan kapasitas layanan, serta pengembangan landbank strategis guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, perseroan berencana membuka dua rumah sakit baru di Jabodetabek pada kuartal IV-2026 dan satu rumah sakit di Jawa Timur pada kuartal I-2027, dengan tambahan sekitar 400 tempat tidur.
Memasuki paruh kedua 2026, Mitra Keluarga akan tetap berfokus pada pengembangan layanan spesialis unggulan, peningkatan proporsi pasien swasta, serta optimalisasi pendapatan per pasien melalui penanganan kasus dengan kompleksitas yang lebih tinggi.
"Permintaan terhadap layanan spesialis lanjutan terus menunjukkan tren peningkatan. Investasi yang kami lakukan pada pusat-pusat layanan unggulan memungkinkan kami menangkap peluang tersebut sekaligus meningkatkan kapabilitas dan kompleksitas layanan klinis di seluruh jaringan Mitra Keluarga," kata Rustiyan.
(Rahmat Fiansyah)