MARKET NEWS

Momentum Saham Nikel, Tembaga, hingga Timah, Mana Paling Cuan?

TIM RISET IDX CHANNEL 14/01/2026 15:52 WIB

Reli harga komoditas logam global mendorong perburuan saham-saham sektor nikel, tembaga, timah, hingga aluminium di bursa domestik.

Momentum Saham Nikel, Tembaga, hingga Timah, Mana Paling Cuan? (Foto: Amman)

IDXChannel – Reli harga komoditas logam global mendorong perburuan saham-saham sektor nikel, tembaga, timah, hingga aluminium di bursa domestik. Sejumlah emiten mencatatkan lonjakan harga signifikan, baik dalam sepekan maupun sebulan terakhir.

Data BEI hingga pukul 15.12 WIB menunjukkan, PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatat kenaikan paling kencang secara bulanan, melonjak 69,27 persen dalam sebulan dan naik 0,82 persen dalam sepekan ke level Rp1.850 per unit.

Di posisi berikutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 65,36 persen dalam sebulan, dengan kenaikan mingguan 0,40 persen ke Rp6.325 per unit.

Selanjutnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melonjak 45,79 persen dalam sebulan dan melesat 16,42 persen dalam sepekan.

Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menyusul dengan kenaikan 45,60 persen secara bulanan dan 0,36 persen dalam sepekan.

Dari sektor aluminium, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat 42,50 persen dalam sebulan dan naik 7,28 persen dalam sepekan.

Dari kelompok tembaga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 36 persen dalam sebulan dan 12,50 persen dalam sepekan, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 19,33 persen secara bulanan dan 0,63 persen dalam sepekan.

Sementara, sektor timah, PT Timah Tbk (TINS) mencatat kenaikan 15,59 persen dalam sebulan dan 11,33 persen dalam sepekan.

Rekor Tembaga hingga Timah

Harga tembaga naik pada Rabu ke rekor tertinggi baru, seiring kekhawatiran pasokan yang masih membayangi pasar meski dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Timah juga menembus rekor, didorong aksi beli spekulatif di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup naik 1,68 persen pada sesi perdagangan pagi di level 104.970 yuan atau setara USD15.046,44 per metrik ton, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 105.650 yuan.

Sementara itu, kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,55 persen menjadi USD13.367,5 per ton pada pukul 10.40 WIB, sedikit turun dari rekor intraday di USD13.400 per ton.

Ketahanan harga tembaga ditopang oleh gangguan operasional tambang, kekhawatiran defisit pasokan tahun ini, serta aliran tembaga ke AS menjelang potensi penerapan tarif, yang memperketat pasokan di wilayah lain.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyerukan warga Iran untuk terus melakukan aksi protes dan menyatakan bantuan sedang dalam perjalanan.

Pernyataan tersebut memicu peningkatan kekhawatiran geopolitik, mendorong sebagian investor beralih ke komoditas dengan fundamental kuat seperti tembaga dan timah, menurut analis.

Namun, penguatan dolar AS membatasi laju kenaikan harga, karena membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.

Sementara itu, harga timah di bursa Shanghai dan London sama-sama mencetak rekor tertinggi.

Kontrak timah SHFE melonjak hingga 8 persen dan menyentuh batas atas perdagangan di 413.170 yuan, sedangkan timah LME melonjak lebih dari 5 persen ke level USD52.495.

Di SHFE, harga aluminium naik 1,12 persen, nikel menguat 1,47 persen, timbal naik tipis 0,2 persen, dan seng bertambah 1,05 persen.

Lebih lanjut, di LME, aluminium naik 0,75 persen, nikel menguat 1,83 persen, timbal naik 0,07 persen, dan seng meningkat 1,22 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE