MPRO Terkoreksi 23,74 Persen, Pimpin Deretan Saham Top Losers Pekan Ini
MPRO menjadi emiten dengan pelemahan terdalam atau top losers di BEI sepanjang perdagangan 27–31 Juli 2026. Saham MPRO terkoreksi 23,74 persen pekan ini.
IDXChannel - Sejumlah emiten saham terpantau mengalami tekanan jual sepanjang perdagangan pekan ini, 27-31 Juli 2026. Kondisi tersebut membuat beberapa emiten menjadi penghuni top losers pada pekan ini.
Saham PT Maha Properti Indonesia Tb (MPRO) menjadi emiten dengan pelemahan terdalam atau top losers di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang perdagangan 27–31 Juli 2026. Saham MPRO terkoreksi 23,74 persen, dari Rp14.425 menjadi Rp11.000.
Berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia, posisi kedua ditempati saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang turun 20,88 persen, dari Rp910 menjadi Rp720. Selanjutnya, saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) melemah 17,06 persen, dari Rp2.930 menjadi Rp2.430.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang turun 14,55 persen ke level Rp376 dari Rp440. Sementara itu, saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) terkoreksi 14,04 persen, dari Rp5.700 menjadi Rp4.900.
Daftar sepuluh saham dengan penurunan terdalam turut diisi oleh PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) yang melemah 11,76 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 11,03 persen, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) terkoreksi 10,70 persen, PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) turun 10,28 persen, serta PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang melemah 10,22 persen selama sepekan.
Meski sejumlah saham mencatat koreksi tajam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan 27–31 Juli 2026 ditutup menguat 0,64 persen ke level 6.236,126.
BEI juga mencatat 483 saham melemah, terdiri dari 168 saham turun hingga dua persen dan 315 saham turun lebih dari dua persen. Sementara itu, 261 saham berhasil menguat dan 219 saham ditutup stagnan dibandingkan pekan sebelumnya.
Secara keseluruhan, total volume perdagangan saham selama sepekan mencapai 150,20 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp77,18 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 9,09 juta kali transaksi.
Dari sisi investor, asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp7,10 triliun di seluruh pasar selama periode tersebut. Aksi beli investor asing tersebut menjadi salah satu penopang penguatan IHSG di tengah menurunnya aktivitas perdagangan.
Sementara investor domestik, justru mencatatkan net sell pada perdagangan pekan ini. Tercatat investor domestik pada periode yang sama membukukan net sell sebesar Rp7,1 triliun. (Febrina Ratna Iskana)