Nasdaq Dibuka Menguat, Saham SpaceX dan Super Micro Melonjak
Indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dipimpin Nasdaq seiring meningkatnya minat investor terhadap saham AI.
IDXChannel - Indeks saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), dipimpin Nasdaq seiring meningkatnya minat investor terhadap saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Optimisme tersebut muncul setelah SpaceX dan Super Micro Computer merilis kinerja serta proyeksi keuangan yang positif, meski saham Netflix tertekan akibat prospek laba yang mengecewakan.
Saham SpaceX melonjak 10,7 persen setelah pendiri sekaligus CEO Elon Musk menyebut penggabungan perusahaan antariksa tersebut dengan Tesla sebagai ide yang bagus. SpaceX juga membukukan laba pertamanya sejak menjadi perusahaan publik. Saham Tesla turut menguat 3,7 persen.
Sementara itu, saham Super Micro Computer melesat 12 persen dan menjadi penguat terbesar di indeks S&P 500. Produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan dan margin laba kuartalan di atas ekspektasi Wall Street, mengindikasikan permintaan infrastruktur AI masih kuat. Saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) naik 3 persen, sedangkan Dell Technologies menguat 5 persen.
Kinerja kedua perusahaan tersebut meredakan kekhawatiran investor mengenai profitabilitas investasi AI yang sempat memicu aksi jual saham sektor tersebut pada pekan lalu. Namun, kehati-hatian masih terlihat pada saham operator pusat data CoreWeave yang turun 2,4 persen.
"Pada tahap ini, penting untuk berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi laba. Kinerja keuangan perusahaan penting. Inflasi juga penting karena memengaruhi langkah Federal Reserve berikutnya," ujar Direktur MarketTerminal.com, Adam Sarhan dikutip dari Reuters.
Pada pukul 09.54 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 90,86 poin atau 0,17 persen ke level 52.586,74. Indeks S&P 500 menguat 18,12 poin atau 0,23 persen ke 7.730,06, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 147,79 poin atau 0,56 persen ke 26.572,61.
Penguatan S&P 500 turut ditopang sektor teknologi informasi yang naik 0,9 persen seiring pemulihan sebagian besar saham semikonduktor. Indeks Philadelphia Semiconductor menguat 1,2 persen setelah mengalami tekanan sepanjang bulan ini, termasuk penurunan selama delapan sesi berturut-turut yang menjadi rentetan pelemahan terpanjang dalam 18 tahun.
Namun, kenaikan S&P 500 tertahan oleh pelemahan sektor jasa komunikasi sebesar 1 persen. Saham Netflix turun 2,5 persen setelah perusahaan layanan streaming tersebut memberikan proyeksi laba kuartal IV yang lebih rendah daripada ekspektasi pasar.
Investor kini mencermati laporan keuangan emiten, khususnya perusahaan yang terkait dengan AI, untuk menilai keberlanjutan belanja teknologi tersebut. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar USD110 per barel, sementara tekanan inflasi di AS meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve, meski pasar secara umum memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga.
Di antara saham lainnya, AT&T turun sekitar 4,4 persen meski membukukan pendapatan dan laba kuartal III di atas perkiraan. Abbott Laboratories terkoreksi 2,6 persen setelah memangkas proyeksi pertumbuhan penjualan 2026. Di Bursa Efek New York, saham yang menguat mengungguli saham yang melemah dengan rasio 2,06 banding 1, sedangkan di Nasdaq rasionya mencapai 1,97 banding 1.
(Rahmat Fiansyah)