MARKET NEWS

Nasdaq Rebound, Pasar Masih Khawatir Kemenangan Demokrat Perlambat Ekspansi AI

Rahmat Fiansyah 07/11/2026 06:15 WIB

Saham-saham teknologi di Wall Street rebound pada perdagangan Jumat (6/11/2026) di tengah kekhawatiran terhadap prospek AI.

Saham-saham teknologi di Wall Street rebound pada perdagangan Jumat (6/11/2026) di tengah kekhawatiran terhadap prospek AI. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham-saham teknologi di Wall Street rebound pada perdagangan Jumat (6/11/2026), meski belum sepenuhnya memulihkan kerugian sehari sebelumnya. Pasar masih dibayangi kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) akan memperlambat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Pemulihan sebagian terjadi setelah Nasdaq anjlok 5,5 persen pada Kamis (5/11/2026), yang memicu tekanan di sejumlah pasar saham Asia dan Eropa. Secara teknikal, Nasdaq telah memasuki fase koreksi setelah turun lebih dari 10 persen dalam sebulan terakhir. Kondisi ini memunculkan keraguan investor terhadap potensi keuntungan dari investasi AI berskala besar.

Kekhawatiran tersebut juga dipicu kemungkinan munculnya regulasi AS yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data AI menyusul kekalahan Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump dalam pemilu. Situasi ini berpotensi membuat investor semakin berhati-hati terhadap saham-saham teknologi.

Namun, sentimen pasar terbantu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penambahan 165.000 lapangan kerja pada bulan lalu, jauh di atas ekspektasi analis. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen, sedangkan sentimen konsumen membaik.

Analis IG, Axel Rudolph, mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, penurunan pengangguran, serta membaiknya sentimen konsumen memperkuat keyakinan terhadap ketahanan ekonomi AS di tengah kenaikan biaya energi.

"Investor mulai memburu saham-saham AS yang harganya terkoreksi, terutama saham teknologi," ujarnya dikutip dari AFP, Sabtu (7/11/2026).

Indeks Philadelphia Semiconductor yang mencakup sejumlah perusahaan semikonduktor utama dalam industri AI melonjak 4,7 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup stagnan di 51.540,58, S&P 500 naik 0,9 persen ke 7.422,81, dan Nasdaq menguat 1,7 persen ke 24.728,16.

Ahli Strategi Briefing.com, Patrick O'Hare, menilai pasar tengah mencoba memulihkan kondisi setelah tekanan besar pada perdagangan sebelumnya. Namun, prospek pergerakan pasar masih belum sepenuhnya jelas.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan yang kuat turut memperbesar peluang bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk kembali menaikkan suku bunga. Pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember guna meredam inflasi yang masih tinggi. Kenaikan suku bunga berpotensi menambah tekanan bagi perusahaan teknologi yang selama ini menjadi motor penggerak reli pasar saham global.

Ahli Strategi Wealth Club, Susannah Streeter, mengatakan terdapat dua kekhawatiran besar yang saling bertabrakan, yakni potensi perlambatan pembangunan pusat data dan meningkatnya keraguan investor terhadap imbal hasil investasi AI.

"Perlambatan pembangunan pusat data berisiko mengganggu belanja besar yang selama ini menopang pertumbuhan industri, terutama ketika investor semakin khawatir terhadap tingkat pengembalian investasi tersebut," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE