OASA-BIPI Bakal Jadi Mitra China Tianying Garap PSEL Tangsel
PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) bersama PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) akan menggarap proyek PSEL Cipeucang, Tangsel.
IDXChannel - PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) bersama PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) akan menggarap proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) alias Waste to Energy (Wte) Cipeucang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui entitas PT Indoplas Energi Hijau (IPE) yang akan bermitra dengan China Tianying Inc. Perusahaan teknologi pengolahan limbah asal China itu ditunjuk Danantara Indonesia untuk menjadi salah satu operator PSEL.
Sebelumnya, China Tianying dan IPE telah membentuk perusahaan patungan (joint venture), yakni PT Indoplasat Tianying Energy (ITE) untuk mengelola PSEL tersebut.
Direktur & Corporate Secretary OASA, Chandra Devikemalawaty mengatakan, perseroan lewat PT Indoplast Energi Makmur menjual 20 saham IPE kepada BIPI. Nilai transaksi mencapai Rp500 juta.
"Penjualan dan pengalihan saham dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 6 tanggal 6 April 2026," katanya dalam keterbukaan informasi, Rabu (8/4/2026).
Dengan penjualan ini, maka BIPI akan memegang 20 persen saham IPE, sedangkan 80 persen sisanya tetap dimiliki OASA. Dengan kata lain, OASA tetap menjadi pemegang saham pengendali IPE.
Sebagai informasi, PSEL Tangsel akan menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT) selama 30 tahun dengan nilai investasi Rp2,6 triliun. Konstruksi proyek akan dimulai pada awal 2026 dengan estimasi penyelesaian dalam tiga tahun ke depan. Fasilitas dirancang untuk mengolah 1.100 ton sampah per hari.
Pengolahan sampah bakal memanfaatkan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI) yang modern dan ramah lingkungan. Teknologi tersebut diharapkan dapat menghasilkan listrik hingga 23,5 megawatt (MW).
Pada penutupan perdagangan sore ini, saham OASA melesat 24,4 persen ke Rp306. Sedangkan saham BIPI menguat 13,3 persen ke level Rp238.
(Rahmat Fiansyah)