MARKET NEWS

Pabrik CA-EDC Milik Chandra Asri (TPIA) Masuk Tahap Pemasangan Peralatan Utama

Rahmat Fiansyah 29/09/2026 10:22 WIB

Pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA) memasuki tahap pemasangan berbagai peralatan utama.

Pembangunan fasilitas CA-EDC oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA) memasuki tahap pemasangan berbagai peralatan utama. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memasuki tahap pemasangan berbagai peralatan utama yang akan mendukung proses produksi.

Hingga September 2026, progres pembangunan fasilitas dengan nilai investasi lebih dari USD800 juta tersebut telah mencapai 80 persen dan terus bergerak menuju kesiapan operasional yang ditargetkan pada 2027. Tahapan ini menandai peralihan pembangunan proyek CA-EDC dari penyelesaian struktur dan infrastruktur pendukung menuju pemasangan komponen utama yang akan mendukung proses produksi.

Pemasangan peralatan utama mencakup sejumlah komponen proses, antara lain process vessels, heat exchangers, pumps, compressors, dan absorption towers. Peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan sistem proses produksi CA-EDC.

Sejalan dengan itu, pembangunan infrastruktur penunjang, mulai dari jetty, jetty trestle, hingga fasilitas penyimpanan, juga terus dilakukan untuk mendukung kebutuhan logistik dan distribusi produk saat fasilitas mulai beroperasi.

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra mengatakan, pemasangan peralatan utama menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan CA-EDC menuju kesiapan operasional.

“Pembangunan CA-EDC kini memasuki tahapan penting dengan mulai dipasangnya berbagai peralatan utama yang akan membentuk sistem produksi fasilitas. Pada tahap ini, fokus kami adalah memastikan setiap tahapan konstruksi dan instalasi berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan standar keselamatan, kualitas, dan keandalan fasilitas. Kami akan terus menjaga pelaksanaan proyek agar dapat mendukung target kesiapan operasional pada 2027,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).

Setelah beroperasi, fasilitas CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi hingga 827 ribu ton soda kaustik cair dan 500 ribu ton EDC per tahun. Kapasitas tersebut akan mendukung kebutuhan bahan kimia bagi berbagai sektor industri nasional.

Soda kaustik digunakan dalam berbagai proses industri, termasuk pengolahan air, pembuatan sabun dan deterjen, serta pengolahan dan pemurnian mineral. Sementara itu, EDC merupakan salah satu bahan baku penting dalam rantai produksi PVC yang digunakan untuk berbagai kebutuhan industri dan infrastruktur.

Dengan kapasitas tersebut, CA-EDC diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan kimia nasional. Produksi soda kaustik berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor, sedangkan produksi EDC akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Fasilitas ini diproyeksikan dapat mendukung substitusi impor soda kaustik hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai sekitar USD293 juta per tahun. Sementara itu, produksi EDC berpotensi menghasilkan devisa hingga sekitar USD300 juta per tahun.

Kemajuan pembangunan CA-EDC juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar proyek. Hingga saat ini, pembangunan telah melibatkan sekitar 3.500 pekerja dalam berbagai tahapan konstruksi. Setelah fasilitas beroperasi penuh, CA-EDC diperkirakan akan menyerap sekitar 250 tenaga kerja baru untuk mendukung kegiatan operasional.

Kebutuhan pendukung selama pembangunan turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 34 UMKM dari Kelurahan Warnasari dan Samangraya saat ini mendukung kebutuhan makanan dan minuman bagi pekerja melalui fasilitas kantin yang tersedia di kawasan proyek.

“Kemajuan pembangunan CA-EDC menunjukkan bagaimana sebuah proyek industri dibangun secara bertahap untuk mencapai kesiapan operasional. Kami berharap fasilitas ini nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik melalui peningkatan ketersediaan bahan kimia untuk industri nasional, peluang ekspor, maupun keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE