Pakuwon (PWON) Cetak Laba Bersih Rp2,76 Triliun Sepanjang 2025, Tumbuh 14 Persen
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja yang tangguh sepanjang 2025 dengan meraih laba bersih Rp2,76 triliun.
IDXChannel - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mencatatkan kinerja yang tangguh sepanjang 2025. Capaian ini mencerminkan kekuatan model bisnis emiten properti tersebut yang terdiversifikasi serta strategi jangka panjang yang solid.
Pakuwon meraup pendapatan bersih untuk 2025 sebesar Rp7,11 triliun, tumbuh 7 persen dari 2024 yang sebesar Rp6,67 triliun. Laba bersih perseroan juga melesat 14 persen menjadi Rp2,76 triliun dari sebelumnya Rp2,42 triliun.
Kenaikan laba bersih Pakuwon juga disumbang oleh kerugian kurs yang berkurang 18 persen menjadi Rp165 miliar. Tanpa menghitung faktor kurs, laba bersih perseroan tumbuh 11 persen menjadi Rp2,92 triliun.
Pendapatan bersih Pakuwon ditopang dari segmen pendapatan berulang (recurring revenue) yang menembus Rp5,62 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan. Segmen pendapatan pembangunan (development revenue) tercatat Rp1,49 triliun, naik 1 persen secara tahunan.
Untuk recurring revenue berasal dari pusat perbelanjaan ritel yang tumbuh 14 persen menjadi Rp3,93 triliun dari Rp3,43 triliun. Adapun sewa perkantoran turun 26 persen menjadi Rp273 miliar dari Rp369 miliar. Bisnis perhotelan naik tipis 2 persen menajdi Rp1,42 triliun dari Rp1,38 triliun.
Pusat perbelanjaan selama ini menjadi penopang utama kinerja Pakuwon. Sewa ritel menyumbang hingga 55 persen, diikuti hotel dan serviced apartment 20 persen, sewa perkantoran 4 persen, penjualan kondominium 14 persen, penjualan rumah 6 persen, dan penjualan perkantoran 1 persen.
EBITDA perseroan untuk 2025 mencapai Rp3,71 triliun, tumbuh 3 persen dari Rp3,58 triliun. Margin EBITDA turun dari 54 persen menjadi 52 persen.
Sepanjang 2025, Pakuwon mencatat angka prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp1,3 triliun, terutama berasal dari penjualan unit apartemen di Pakuwon Mall Surabaya dan Pakuwon Residences Bekasi serta didukung penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township.
Dari total marketing sales tersebut, sekitar 63 persen berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak 2023. Komposisi penjualan terdiri dari condominum dan office 62 persen serta landed house 38 persen.
Di samping itu, Pakuwon juga merealisasikan belanja modal Rp1,21 trilun pada 2025. Alokasi ini terutama digunakan untuk proyek konstruksi Superbok Pakuwon Mall Bekasi serta Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3 dan 5.
(Rahmat Fiansyah)