MARKET NEWS

PANI Cetak Rekor Baru, Laba Bersih Tembus Rp1,7 Triliun di Semester I-2026

Rahmat Fiansyah 04/08/2026 06:25 WIB

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan laba bersih Rp1,7 triliun pada semester I-2026, melonjak 484 persen secara tahunan.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan laba bersih Rp1,7 triliun pada semester I-2026, melonjak 484 persen secara tahunan. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,9 triliun atau meningkat 78 persen secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang Januari-Juni 2026. Sementara itu, laba bersih pengembang kawasan PIK2 tersebut melonjak 484 persen menjadi Rp1,7 triliun.

Capaian tersebut menjadi rekor laba bersih tertinggi sepanjang sejarah PANI. Pertumbuhan kinerja didorong oleh serah terima lahan di kawasan CBD PIK2 sebagai kontributor utama pendapatan. Selain itu, serah terima hunian dan produk komersial di kawasan PIK2 juga terus meningkat, berasal dari proyek Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, dan Pasir Putih Residences.

Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, Sugianto Kusuma, mengatakan capaian pada semester I-2026 menjadi tonggak penting yang semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia. 

"Pendapatan yang meningkat sebesar 78 persen secara tahunan dan lonjakan kinerja pada kuartal kedua merupakan catatan sejarah dalam perjalanan PANI. Hal ini menunjukkan PANI masih dipercaya pasar sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

Pria yang akrab disapa Aguan itu menambahkan, momentum tersebut akan menjadi pijakan bagi perseroan untuk terus mengembangkan kawasan bernilai tinggi dengan ekosistem yang berkelanjutan dalam jangka panjang. 

"Pencapaian semester pertama 2026 ini sangat luar biasa. Jika melihat tiga tahun lalu, pendapatan perseroan baru mencapai Rp1,2 triliun dengan laba bersih Rp211 miliar pada semester pertama. Hal ini mencerminkan komitmen PANI sejak transformasi bisnis pada 2021 yang terus dijaga dan hasilnya kini terlihat pada kinerja keuangan perseroan," ujarnya.

Pada kuartal II-2026, PANI juga mencatatkan penjualan sebesar Rp1,8 triliun atau meningkat 63 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/QoQ). Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik menjadi Rp1,1 triliun atau tumbuh 89 persen secara kuartalan.

Selain membukukan pertumbuhan kinerja, fundamental perseroan juga semakin kuat. Hal itu tercermin dari posisi kas bersih (net cash) sebesar Rp3,9 triliun serta total ekuitas yang meningkat 7 persen menjadi Rp33,7 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.

Saat ini, PANI mengelola cadangan lahan seluas 1.809 hektare (ha) melalui 12 entitas anak dengan nilai perolehan mencapai Rp38 triliun. Akuisisi lahan tersebut didukung dana hasil rights issue dan non-preemptive rights issue yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE