Paramita (PBSA) Berencana Stock Split, Rasio Dipatok 1:2
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana memecah nilai nominal saham (stock split) untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal.
IDXChannel - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana memecah nilai nominal saham (stock split). Aksi korporasi ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di pasar modal.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (13/8/2026), perseroan melihat ruang untuk memperluas basis investor saham PBSA setelah mengevaluasi perkembangan jumlah investor atau pemegang saham.
"Melalui pelaksanaan stock split, harga teoritis per saham akan disesuaikan sehingga nilai investasi awal yang diperlukan untuk memperoleh satu lot saham perseroan menjadi lebih terjangkau," kata manajemen PT Paramita Bangun Sarana Tbk.
Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan stock split akan meningkatkan jumlah saham perseroan tanpa mengurangi nilai investasi atau persentase dari kepemilikan masing-masing pemegang saham.
"Dengan struktur jumlah saham yang lebih besar dan harga perdagangan per saham yang lebih terjangkau, saham perseroan dapat menjadi lebih menarik dan lebih mudah diakses oleh investor, termasuk investor ritel," tuturnya.
Manajemen menekankan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk menghadirkan saham yang lebih inklusif dan mudah dijangkau, sekaligus memperkuat likuiditas perdagangan dan memperluas kepemilikan saham.
Saat ini, jumlah saham PBSA mencapai 3 miliar saham. Dengan rasio 1:2, maka jumlah saham setelah stock split bertambah menjadi 6 miliar saham. Nilai nominal akan dipecah dari Rp50 per saham menjadi Rp25 per saham.
Perseroan juga telah memperoleh persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No. S-10360/BEI.PP3/08-2026 tanggal 5 Agustus 2026.
Selain itu, perseroan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 September 2026. Rapat ini untuk meminta restu pemegang saham untuk melakukan stock split. Sesuai jadwal tentatif, harga saham baru akan berlaku pada 14 Oktober 2026.
Harga saham PBSA melesat 21,6 persen ke level Rp900 pada sesi II perdagangan Kamis (13/8/2026). Rencana perusahaan konstruksi swasta itu melakukan stock split mendapat respons positif dari pelaku pasar.
(Rahmat Fiansyah)