Pasar Kecewa Dividen, Saham OCBC NISP Anjlok 8 Persen
Saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) ditutup jatuh pada Kamis (9/4/2026) seiring respons negatif pasar terhadap besaran dividen.
IDXChannel – Saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) ditutup jatuh pada Kamis (9/4/2026) seiring respons negatif pasar terhadap besaran dividen yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini.
Rasio pembagian dividen atau dividend payout yang lebih rendah dari tahun sebelumnya dinilai menjadi pemicu tekanan pada harga saham.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham NISP anjlok 8,31 persen ke Rp1.380 per unit.
Nilai transaksi mencapai Rp44,56 miliar, sedangkan volume perdagangan 31,39 juta saham, tertinggi dibandingkan rata-rata 20-hari (5,24 juta saham).
Mengutip Stockbit Sekuritas, Kamis (9/4), pemegang saham Bank OCBC NISP menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sekitar Rp1 triliun atau Rp45 per saham.
Nilai tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 3,26 persen berdasarkan harga penutupan hari ini.
Besaran dividen ini setara dengan dividend payout ratio 20,4 persen, turun signifikan dibandingkan payout tahun buku 2024 yang mencapai 50 persen.
Penurunan rasio pembagian laba tersebut dinilai memicu kekecewaan pelaku pasar yang sebelumnya berharap distribusi dividen lebih besar.
Hingga saat ini, perseroan belum mengumumkan jadwal cum date maupun tanggal pembayaran dividen kepada pemegang saham. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.