MARKET NEWS

Pasar Modal Syariah RI Terus Tumbuh, Kapitalisasi Tembus USD399 Miliar

Tangguh Yudha 20/05/2026 14:25 WIB

Pasar modal Syariah Indonesia terus menunjukan pertumbuhan selama 15 tahun terakhir.

Pasar Modal Syariah RI Terus Tumbuh, Kapitalisasi Tembus USD399 Miliar (Foto: inews Media Group)

IDXChannel - Pasar modal Syariah Indonesia terus menunjukan pertumbuhan selama 15 tahun terakhir. 

Hingga 13 Mei 2026, kapitalisasi Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai USD399 miliar, atau tumbuh 255 persen.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E. Rustam mengatakan bahwa pertumbuhan saham syariah telah meningkat dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham.

"Selama 15 tahun terakhir, pasar modal Syariah Indonesia terus tumbuh dengan stabil. Per tanggal 13 Mei 2026, pertumbuhan saham syariah telah meningkat dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham saat ini, yang mewakili 70 persen dari seluruh perusahaan tercatat," katanya dalam pembukaan acara Elevate 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam kurun waktu yang sama, kinerja ISSI juga menunjukkan hasil yang kompetitif di tingkat global. 

Dalam 15 tahun terakhir, ISSI mencatat imbal hasil sebesar 94 persen dan menempati peringkat keempat di antara indeks syariah utama dunia.

Pertumbuhan investor syariah juga berlangsung sangat pesat. Berdasarkan data anggota bursa yang memiliki jendela syariah, jumlah investor syariah meningkat dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026.

"Hal ini membuktikan dengan jelas bahwa instrumen pasar modal Syariah telah menjadi pilihan investasi pilihan bagi masyarakat Indonesia," ujar Risa.

Pengakuan internasional turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan Islam global. Pada 2025, pasar modal Syariah meraih penghargaan dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) melalui penghargaan GIFA's Championship Award for Islamic Capital Market 2025.

"Ini menandai penghargaan kedelapan yang diterima oleh BEI dari GIFA sejak tahun 2016," katanya.

Risa menambahkan, pada periode 2019 hingga 2022, Indonesia secara konsisten diakui sebagai pasar modal syariah terbaik di dunia. Menurutnya, pencapaian tersebut ditopang oleh ekosistem syariah yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Pasar modal Syariah Indonesia didukung oleh ekosistem Syariah end-to-end yang komprehensif, mencakup mekanisme perdagangan, kliring, penyelesaian, dan perlindungan investasi yang selaras dengan prinsip Syariah DSN-MUI. Ekosistem ini diperkuat lagi oleh dukungan regulasi yang kuat, anggota bursa aktif yang patuh Syariah, dan inovasi berkelanjutan melalui Sistem Perdagangan Online Syariah, atau SOTS," ujarnya.

(DESI ANGRIANI)

SHARE