Pendapatan Blibli (BELI) Tumbuh 55 Persen Jadi Rp14,8 Triliun pada Semester I-2026
PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan pendapatan neto sebesar Rp14,8 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, tumbuh 55 persen.
IDXChannel - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) membukukan pendapatan neto sebesar Rp14,8 triliun sepanjang Januari-Juni 2026, tumbuh 55 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,6 triliun.
Take Rate meningkat 9 persen pada semester I-2026 dari 8,6 persen, didukung peningkatan dari segmen Ritel 1P dan Ritel 3P. Hal ini merupakan hasil dari pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 17 persen.
Segmen Ritel IP yang dijalankan melalui platform B2C daring dari pihak pertama mencatat GPBD sebesar Rp1,02 triliun, tumbuh 44 persen. Peningkatan kinerja pada segmen ini didorong oleh penjualan produk-produk dengan margin lebih tinggi seperti elektronik hingga produk olahraga dan gaya hidup.
Sementara segmen Ritel 3P yang dihasilkan dari penjualan produk dan layanan penjual pihak ketiga mencatat GPBD Rp1,46 triliun, tumbuh 3 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh kontribusi yang lebih tinggi dari kategori pengalaman serta optimalisasi harga dan perluasan monetisasi pendapatan tambahan pada usaha OTA perseroan.
CEO & Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk Kusumo Martanto mengatakan, kinerja semester I-2026 menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi dan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi jangka panjang.
"Di tengah pola belanja konsumen yang semakin selektif dan persaingan pasar yang ketat, kami berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sehat sekaligus terus meningkatkan profitabilitas. Kemajuan ini mencerminkan fokus kami pada pertumbuhan yang berkualitas, investasi yang disiplin dan keunggulan operasional, alih-alih mengejar pertumbuhan dengan segala cara," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Kusumo menyebut, kinerja BELI didukung kontribusi yang berimbang dari seluruh ekosistem. Segmen perdagangan B2C mempertahankan momentum yang solid, didukung oleh penawaran produk yang terdiferensiasi, komposisi kategori yang lebih berkualitas, serta pengembangan kapabilitas omnichannel secara berkelanjutan.
"Secara keseluruhan, berbagai kapabilitas tersebut semakin memperkuat proposisi nilai unik dari ekosistem Blibli Tiket. Keunggulan kompetitif kami tidak bertumpu pada satu platform atau aset tertentu, melainkan pada integrasi merek -merek tepercaya, teknolog i, logistik, titik interaksi fisik, hubungan dengan pelanggan, serta data ekosistem. Kombinasi ini telah dikembangkan secara bertahap dan sulit direplikasi dalam skala besar. Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat keunggulan tersebut melalui peningkatan berkelanjutan dalam cara seluruh usaha kami berkolaborasi, melayani pelanggan, dan menciptakan nilai bagi para mitra," ujarnya.
Sementara itu, Chief Financial Officer (CFO) PT Global Digital Niaga Tbk, Ronald Winardi menilai, hasil semester pertama perseroan menunjukkan keberlanjutan kekuatan eksekusi.
"Dengan pendapatan neto meningkat sebesar 55 persen, didukung oleh pertumbuhan yang sehat di seluruh segmen usaha serta fokus pada
kategori produk dengan marjin yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, penekanan berkelanjutan pada disiplin biaya dan efisiensi operasional telah memungkinkan kami untuk semakin memperkuat profitabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya.
(Rahmat Fiansyah)