Pendapatan Deltamas (DMAS) Melonjak 107 Persen di Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kota mandiri Deltamas bagian dari Sinarmas Grup mencatat kinerja yang impresif pada tiga bulan pertama 2026.
IDXChannel - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kota mandiri Deltamas bagian dari Sinarmas Grup mencatat kinerja yang impresif pada tiga bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan tumbuh hingga lebih dari 100 persen pada periode tersebut.
Pendapatan DMAS mencapai Rp1,05 triliun, meningkat dari kuartal I-2025 yang mencapai Rp508 miliar. Lonjakan kinerja top line tidak terlepas dari penjualan lahan industri yang menjadi core business DMAS.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto mengatakan, penjualan lahan industri tetap menjadi sumber utama pendapatan perseroan. Dia mengungkapkan, lebih dari 90 persen pendapatan berasal dari penjualan lahan industri yaitu sebesar Rp1,03 triliun.
"Sektor data center masih mendominasi penjualan lahan industri," katanya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (2/5/2026).
Kota Deltamas diketahui memiliki lahan yang diperuntukkan secara khusus bagi perusahaan data center. Didukung infrastruktur yang memadai mulai dari jaringan internet dan listrik yang andal, DMAS menjadi salah satu pilihan utama bagi investor data center.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pelanggan utama DMAS pada kuartal I-2026 yakni PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) dan PT STT GDC Indonesia (SGI). Kedua perusahaan data center tersebut memberikan kontribusi penjualan hingga 91,35 persen.
DGE merupakan entitas anak dari PT Indointernet Tbk (EDGE) yang memutuskan untuk go private. DGE memborong lahan industri di Kota Deltamas senilai Rp741,5 miliar.
Sementara itu, SGI yang memiliki nama lain ST Telemedia Global Data Centre berkantor pusat di Singapura. Perusahaan tersebut membeli lahan sebesar Rp212,9 miliar, melanjutkan pembelian yang dilakukan pada kuartal I-2025 sebesar Rp210,8 miliar.
Selain dua perusahaan tersebut, nama Microsoft juga tercatat pernah membeli lahan di Kota Deltamas. Pada 2024, PT Microsoft Operations Indonesia merogoh dana Rp810,39 miliar dalam rangka membeli lahan di kawasan tersebut.
Dengan model bisnis yang mengandalkan penjualan lahan, DMAS memiliki profitabilitas yang fantastis. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp818,27 miliar dengan margin laba menembus 78 persen.
Dengan posisi kas bersih yang mencapai Rp1,27 triliun dan tanpa utang bank, DMAS berkomitmen untuk terus mengembangkan Kota Deltamas untuk mewujudkan kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian.
(Rahmat Fiansyah)