Pendapatan Melesat 121 Persen, GULA Cetak Laba pada Semester I-2026
PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang semester I-2026.
IDXChannel - PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang semester I-2026. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan gula dan perkebunan tebu ini membukukan lonjakan pendapatan sebesar 121,58 persen secara tahunan dan berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih (turnaround).
Berdasarkan Laporan Keuangan Interim Unaudited per 30 Juni 2026, penjualan bersih GULA meningkat sebesar Rp79,19 miliar atau 121,58 persen YoY menjadi Rp144,32 miliar, dari Rp65,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan volume distribusi dan perdagangan gula serta produk turunan pertanian lainnya.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan turut naik 125,30 persen YoY menjadi Rp135,97 miliar dari Rp60,35 miliar pada semester I-2025. Meski demikian, perseroan tetap mampu meningkatkan laba bruto sebesar 74,70 persen YoY menjadi Rp8,35 miliar, dibandingkan Rp4,78 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi efisiensi operasional, perseroan berhasil menjaga kenaikan beban usaha tetap terkendali. Beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi Rp208,88 juta dari Rp103,64 juta, sementara beban umum dan administrasi naik tipis 4,30 persen menjadi Rp2,37 miliar dari Rp2,27 miliar. Dengan demikian, total beban usaha hanya meningkat 8,54 persen YoY menjadi Rp2,58 miliar.
Efisiensi biaya operasional yang dipadukan dengan pertumbuhan penjualan mendorong laba usaha melonjak 140,08 persen YoY menjadi Rp5,77 miliar, dari Rp2,40 miliar pada semester I-2025.
Meski beban keuangan meningkat 31,74 persen YoY menjadi Rp5,35 miliar dari Rp4,06 miliar, GULA tetap mampu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp422,22 juta. Capaian tersebut menunjukkan pemulihan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika perseroan masih mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp1,64 miliar.
Setelah memperhitungkan beban pajak neto sebesar Rp387,38 juta, GULA membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp34,84 juta pada semester I-2026. Hasil tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan melakukan turnaround dari rugi bersih Rp1,62 miliar pada semester I-2025 menjadi laba pada periode berjalan.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 meningkat 0,95 persen menjadi Rp219,69 miliar, dibandingkan Rp217,62 miliar pada akhir 2025. Total aset tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp95,15 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp124,54 miliar.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 2,74 persen menjadi Rp76,31 miliar dari Rp74,27 miliar pada akhir Desember 2025. Liabilitas tersebut didominasi liabilitas jangka pendek sebesar Rp75,41 miliar, termasuk utang bank jangka pendek senilai Rp74,99 miliar.
Di sisi lain, total ekuitas tetap terjaga pada level Rp143,39 miliar atau meningkat tipis dibandingkan posisi akhir tahun 2025.
Adapun kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp12,31 miliar, turun dari Rp45,79 miliar pada akhir Desember 2025. Penurunan tersebut terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja persediaan serta investasi strategis berupa pembayaran uang muka pembelian lahan perkebunan.
Secara keseluruhan, kinerja semester I-2026 mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi bisnis perdagangan dan perkebunan yang dijalankan perseroan. Pertumbuhan penjualan yang kuat, efisiensi operasional, serta keberhasilan membalikkan rugi menjadi laba menunjukkan GULA berhasil mengembalikan profitabilitasnya ke jalur positif sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan pada periode berikutnya.
(Rahmat Fiansyah)