MARKET NEWS

Pendapatan MLIA Turun Jadi Rp4,1 Triliun, Perseroan Catat Rugi di 2025

Shifa Nurhaliza Putri 29/03/2026 17:55 WIB

Emiten produsen bahan bangunan ini mencatat rugi bersih sebesar Rp4,55 miliar, berbalik dari laba bersih Rp311,07 miliar pada 2024.

Pendapatan MLIA Turun Jadi Rp4,1 Triliun, Perseroan Catat Rugi di 2025. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) membukukan penurunan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Emiten produsen bahan bangunan ini mencatat rugi bersih sebesar Rp4,55 miliar, berbalik dari laba bersih Rp311,07 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,1 triliun, turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,42 triliun.

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan justru meningkat 2,4 persen secara tahunan menjadi Rp3,5 triliun. Kondisi tersebut menyebabkan laba bruto MLIA turun signifikan menjadi Rp608,75 miliar atau merosot 39,3 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp1 triliun.

Sepanjang Januari–Desember 2025, perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp6,37 miliar, berbalik dari laba sebelum pajak Rp400,89 miliar pada tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan manfaat pajak penghasilan (neto) sebesar Rp1,83 miliar, perseroan membukukan rugi tahun berjalan Rp4,55 miliar. Pada tahun sebelumnya, MLIA masih mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp311,07 miliar.

Adapun rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat sebesar Rp4,55 miliar, mencerminkan penurunan kinerja di level laba bersih secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp5,4 triliun, meningkat tipis 0,7 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp5,36 triliun. Sementara itu, total liabilitas meningkat 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp1,97 triliun hingga akhir 2025.

Adapun total aset MLIA tercatat sebesar Rp7,37 triliun pada akhir 2025 atau naik 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi likuiditas, kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp508,26 miliar per 31 Desember 2025, turun 18,5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp623,29 miliar.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE