Pendapatan Naik 3,9 Persen di Juni, Intip Strategi TLKM Pacu Kinerja hingga Akhir 2026
Telkom (TLKM) optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja positif sepanjang semester I-2026.
IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja positif sepanjang semester I-2026, dengan Telkomsel tetap menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini mengatakan, hingga semester pertama 2026, kinerja perseroan menunjukkan perkembangan positif. Pendapatan Telkom tumbuh 3,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp75,9 triliun, disertai pertumbuhan laba bersih yang tetap positif.
"Untuk prospek kinerja Telkom di 026, kami masih melihat kinerja Telkom hingga semester pertama 2026 menunjukkan perkembangan yang alhamdulillah positif. Jadi, pendapatan tumbuh 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp75,9 triliun, disertai pertumbuhan laba bersih yang juga tetap positif," kata Dian dalam Public Expose, Senin (7/9/2026).
Memasuki semester II-2026, Dian mengatakan perseroan akan berfokus memperkuat fundamental bisnis. Sejumlah strategi yang disiapkan antara lain meningkatkan monetisasi layanan data seluler Telkomsel, memperbaiki kualitas bisnis fixed broadband, melakukan efisiensi biaya, serta melakukan streamlining portofolio bisnis.
"Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan juga kenaikan profitabilitas yang berkelanjutan dengan tentunya tetap memperhatikan dinamika industri dan juga kondisi makroekonomi," lanjut Dian.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia Arthur Angelo Syailendra menegaskan, Telkomsel masih menjadi kontributor utama terhadap kinerja perseroan.
"Telkomsel tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan tumbuh 3,3 persen menjadi Rp55,6 triliun," kata Arthur.
Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan peningkatan profitabilitas. Perbaikan monetisasi dan disiplin biaya mendorong EBITDA Telkomsel tumbuh 8,6 persen secara tahunan, sementara margin EBITDA meningkat 230 basis poin menjadi 46,9 persen.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, momentum perbaikan kinerja Telkomsel semakin terlihat pada kuartal II-2026.
Pada periode tersebut, pendapatan Telkomsel tumbuh 5,3 persen yoy menjadi Rp28 triliun dan meningkat 1,6 persen secara kuartalan. EBITDA tumbuh 10,3 persen yoy, sedangkan laba bersih melonjak 24,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pada kuartal II-2026, perbaikan kondisi pasar dan disiplin monetisasi terus mendukung kinerja Telkomsel. Pendapatan tumbuh 5,3 persen secara tahunan menjadi Rp28 triliun dan meningkat 1,6 persen secara kuartalan. EBITDA tumbuh 10,3 persen secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 24,9 persen, mencerminkan perbaikan profitabilitas dibandingkan tahun lalu," kata Daru.
Dari sisi monetisasi pelanggan, average revenue per user (ARPU) seluler Telkomsel meningkat 11,6 persen yoy menjadi Rp46.000 dan naik 2 persen secara kuartalan. Bahkan, pada Juni 2026 ARPU telah menembus lebih dari Rp47.000, salah satunya didukung momentum Piala Dunia.
"Di sisi lain, data yield tetap relatif stabil, sementara payload turun tipis 0,7 persen secara tahunan. Basis pelanggan juga mengalami penyesuaian menjadi 153,5 juta pelanggan, turun 3,1 persen dibandingkan tahun lalu, namun relatif stabil secara kuartalan," kata Daru. (Febrina Ratna Iskana)