Penjualan ERAL Naik 34 Persen pada 2025, Laba Bersih Terkoreksi
PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mencatat kinerja positif dari sisi topline sepanjang 2025 meski bottomline melemah.
IDXChannel - PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mencatat kinerja positif dari sisi topline sepanjang 2025 meski bottomline melemah. Kondisi ini mencerminkan tekanan pada margin pada perusahaan ritel bagian dari Erajaya Group itu.
Pada 2025, ERAL mencatatkan angka penjualan bersih Rp6,5 triliun, tumbuh 34 persen secara tahunan. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh penguatan fondasi bisnis sebagai imbas dari ekspansi portofolio brand global dan peningkatan relevansi produk sejalan dengan tren gaya hidup konsumen.
Laba kotor tumbuh 66 persen menjadi Rp1,1 triliun dengan margin 17 persen. Kenaikan laba kotor ini imbas pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi dibandingkan beban pokok pendapatan yang naik 29 persen menjadi Rp5,4 triliun.
CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto menilai, sepanjang tahun 2025, ERAL mampu mencatatkan kinerja yang positif, didukuung oleh strategi perseroan dalam memperkuat portofolio brand global serta memperluas kategori produk yang semakin relevan dengan kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia.
"Kami juga terus menjaga disiplin dalam eksekusi operasional dan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Kendati demikian, laba bersih justru melemah 16 persen menjadi Rp169 miliar dengan laba per saham Rp32,58.
Tekanan pada laba bersih ini disebabkan oleh peningkatan beban usaha, terutama beban penjualan dan distribusi serta beban umum dan administrasi. Beban penjualan dan distribusi melesat 114 persen menjadi Rp538 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi naik 53 persen menjadi Rp324 miliar.
Dari sisi operasional, ERAL terus menunjukkan perkembangan menuju portofolio yang lebih terdiversifikasi melalui tiga kategori utama yaitu Smart, Active, dan Lifestyle. Kategori Smart yang mencakup produk berbasis teknologi dan IoT masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan mencapai Rp4,4 triliun atau 67 persen terhadap keseluruhan penjualan.
Sementara itu, pertumbuhan penjualan sebesar 96 persen juga tercatat pada kategori Active yang berfokus pada kebutuhan gaya hidup aktif seperti sportswear dan peralatan olahraga, serta kategori Lifestyle yang mencakup pengembangan ekosistem gaya hidup termasuk kendaraan listrik lewat XPENG, juga tumbuh signifikan sebesar 173 persen.
Sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio, sepanjang 2025 ERAL terus menghadirkan brand global baru, termasuk ANTA dan Wilson di kategori Active. Langkah ini memperkaya pilihan produk bagi konsumen sekaligus memperkuat posisi perseroan di pasar ritel gaya hidup.
Secara keseluruhan, komposisi ini menunjukkan pergeseran menuju portofolio bisnis yang lebih seimbang. Kategori di luar Smart mulai berperan sebagai pendorong pertumbuhan baru bagi ERAL.
Sepanjang tahun 2025, ERAL melanjutkan ekspansi jaringan ritel secara selektif. Hingga akhir Desember 2025, perseroan telah mengoperasikan 205 jaringan ritel di berbagai kota di Indonesia. Sebanyak 160 toko berada di Jawa dan Bali, sementara 45 toko di luar Jawa dan Bali. Strategi ekspansi ERAL yang dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur, dengan fokus pada lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan dan produktivitas yang optimal.
Di sisi lain, langkah ekspansi ke kategori kendaraan listrik melalui kemitraan strategis sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) XPENG juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Kehadiran XPENG tidak hanya memperluas cakupan bisnis ERAL, tetapi juga menjadi bagian dari upaya dalam membangun ekosistem gaya hidup berbasis teknologi yang lebih terintegrasi.
(Rahmat Fiansyah)