MARKET NEWS

Penjualan ICBP Tumbuh 8 Persen Jadi Rp21,7 Triliun di Kuartal I-2026

Rahmat Fiansyah 02/05/2026 10:40 WIB

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini di tengah kondisi gejolak ekonomi.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini di tengah kondisi gejolak ekonomi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini di tengah kondisi gejolak ekonomi, baik domestik maupun global.

Produsen mi instan dan makanan ringan milik taipan Anthoni Salim tersebut mencatat penjualan neto sepanjang kuartal I-2026 sebesar Rp21,72 triliun, tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 senilai Rp20,18 triliun.

Penjualan dari Divisi Mi Instan lewat merek seperti Indomie, Supermi, dan Sarimi mencapai Rp16,13 triliun atau 74 persen dari total penjualan ICBP. Penjualan mi instan tersebut meningkat 8,3 persen secara tahunan.

Seluruh divisi penjualan juga tumbuh positif, kecuali Minuman yang turun 3 persen menjadi Rp361 miliar. Adapun penjualan dari divisi Dairy mencapai Rp2,86 triliun, Makanan Ringan Rp1,24 triliun, Penyedap Makanan Rp1,16 triliun, dan Nutrisi dan Makanan Khusus Rp377 miliar.

Margin laba usaha tetap sehat di level 21,3 persen meskipun laba usaha turun 10 persen menjadi Rp4,62 triliun. Penurunan tersebut lebih disebabkan oleh laba atas selisih kurs dari kegiatan operasi yang lebih rendah.

Adapun laba bersih ICBP tercatat sebesar Rp2,57 triliun, turun 3 persen dari kuartal I-2025 yang sebesar Rp2,66 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) ICBP, Anthoni Salim menilai, kinerja perseroan pada awal tahun ini cukup baik. Dia mengatakan, penjualan tetap meningkat dan profitabilitas terjaga di tengah risiko ekonomi.

Selain itu, kata Anthoni, ICBP juga akan terus mewaspadai potensi gejolak makro ekonomi dan berbagai faktor risiko eksternal yang dapat memengaruhi kinerja perseroan. Dampak tersebut terutama terkait kenaikan bahan baku dan kurs dolar AS.

"Kami akan terus fokus dan beradaptasi secara cepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat," katanya melalui keterangan resmi dikutip Sabtu (2/5/2026).

Posisi keuangan ICBP hingga Maret 2026 masih sangat solid dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp30,3 triliun. Hal ini mencerminkan kemampuan perseroan mengelola kas dalam rangka memitigasi risiko sekaligus kesiapan dalam mendorong ekspansi.

Posisi kas tersebut juga belum termasuk investasi jangka pendek ICBP yang mencapai Rp2,4 triliun. Piutang usaha tercatat naik dari Rp9,8 triliun menjadi Rp11,8 triliun. 

ICBP juga memiliki rantai pasok distribusi yang kuat. Sekitar 52 persen penjualan perseroan pada kuartal I-2026 dilakukan melalui PT Indomarco Adi Prima yang mengoperasikan puluhan ribu gerai Indomaret di seluruh Indonesia.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE