Penjualan Naik, Laba Pinago Utama (PNGO) Tembus Rp322,56 Miliar di 2025
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp322,56 miliar, melonjak 46 persen dibandingkan Rp220,95 miliar pada 2024 secara tahunan (year-on-year/yoy).
IDXChannel - PT Pinago Utama Tbk (PNGO) bersama entitas anak mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp322,56 miliar, melonjak 46 persen dibandingkan Rp220,95 miliar pada 2024 secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari total laba tersebut, sebesar Rp321,63 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sementara Rp934,61 juta merupakan laba yang menjadi bagian kepentingan non-pengendali. Kenaikan laba bersih secara konsolidasian ini didorong oleh peningkatan penjualan serta efisiensi beban usaha.
Berdasarkan laporan keuangan keuangan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Selasa (31/3/2026), penjualan PNGO tercatat sebesar Rp2,30 triliun pada 2025 atau naik 12,8 persen yoy dibandingkan Rp2,04 triliun pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban pokok penjualan turut meningkat menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,50 triliun pada 2024. Meski demikian, laba kotor perseroan tetap tumbuh 16,9 persen yoy menjadi Rp628,05 miliar dari Rp537,33 miliar.
Perseroan juga berhasil menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp161,20 miliar, turun 10,8 persen dibandingkan Rp180,74 miliar pada tahun sebelumnya. Beban penjualan dan distribusi juga menurun tipis menjadi Rp22,55 miliar dari Rp24,08 miliar.
Seiring efisiensi tersebut, laba usaha PNGO meningkat signifikan 33,6 persen yoy menjadi Rp444,30 miliar dari Rp332,50 miliar pada 2024.
Di sisi lain, beban keuangan tercatat turun 25,5 persen menjadi Rp29,82 miliar dari Rp40,02 miliar. Sementara itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp94,61 miliar dari Rp69,43 miliar pada tahun sebelumnya, namun tidak menghambat pertumbuhan laba bersih perseroan.
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp338,20 miliar, naik 40,3 persen yoy dibandingkan Rp240,99 miliar pada 2024. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp412 dari Rp282 pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,74 triliun, sedikit menurun dari Rp1,76 triliun pada periode sebelumnya. Sementara itu, ekuitas meningkat dari Rp965,8 miliar menjadi Rp1,17 triliun. Adapun total liabilitas perseroan turun dari Rp797,87 miliar menjadi Rp575,13 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)