MARKET NEWS

Perkokoh Dominasi, IPCC Perkuat Ekosistem Logistik Terintegrasi

Rahmat Fiansyah 12/06/2026 15:20 WIB

IPCC bagian dari Pelindo Group, fokus memperkuat ekosistem logistik terintegrasi untuk memperkuat dominasinya sebagai pengelola terminal kendaraan.

IPCC bagian dari Pelindo Group, fokus memperkuat ekosistem logistik terintegrasi untuk memperkuat dominasinya sebagai pengelola terminal kendaraan. (Foto: Ist)

IDXChannel  - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) bagian dari Pelindo Group, fokus memperkuat ekosistem logistik terintegrasi untuk memperkuat dominasinya sebagai pengelola terminal kendaraan. Langkah ini sekaligus menjadi strategi dalam menghadapi persaingan, terutama dengan Pelabuhan Patimban.

Sepanjang 2025, IPCC membukukan kinerja operasional dan keuangan yang sangat solid di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan rantai pasok dunia.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengatakan, perseroan menawarkan konsep Integrated Auto Solutions kepada pelanggan yang menghadirkan ekosistem layanan logistik kendaraan yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai dari terminal kendaraan, pengiriman, transportasi darat, pusat distribusi kendaraan hingga distribusi ke dealer dalam satu platform layanan yang terstandarisasi dan terdigitalisasi.

"Strategi ini tidak hanya memperkuat daya saing IPCC dalam scope nasional namun juga menjadi fondasi menatap bisnis berskala global. Tidak hanya mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional namun juga memastikan perusahaan mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global,” ujar Sugeng dikutip Jumat (12/6/2026).

Pada 2025, IPCC memperlihatkan efektivitas strategi komersial dan komitmen kuat dalam pengelolaan biaya operasional. Kinerja ini tercermin dari realisasi pos-pos keuangan utama seperti lonjakan pendapatan operasi yang signifikan hingga berhasil melampaui ekspektasi dengan tingkat pencapaian sebesar 109,48 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

Selain itu, laba tahun berjalan juga naik tajam menjadi Rp256,51 miliar dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp212,22 miiliar. Capaian ini setara 125,03 persen dari target yang dipatok manajemen di awal tahun.

Posisi kas dan setara kas akhir tahun IPCC tumbuh 33,55 persen mencapai Rp1,08 triliun. Likuiditas melimpah ini didapatkan dari kekuatan arus kas operasional. Hal ini sejalan dengan konsistensi IPCCmempertahankan kebijakan zero interest-bearing debt alias tidak memiliki utang berbasis bunga.

Pada 2026, IPCC telah menyusun Rencana Strategis dan Proyeksi Kinerja untuk mengamankan pertumbuhan usaha jangka panjang secara berkelanjutan. Perseroan fokus mengembangkan ekosistem logistik kendaraan yang terintegrasi secara hulu-ke-hilir serta arah usaha ke depan yang berfokus pada beberapa pilar strategis seperti perluasan layanan Nilai Tambah (Value-Added Services) yang mengoptimalkan pendapatan dari integrasi vertikal seperti layanan Car Distribution Management (CDM), inland logistics, dan Pre Delivery Centre (PDC) yang terbukti sukses memperluas pilar pendapatan perusahaan.

Selain itu, perseroan juga akan mempercepat digitalisasi operasi untuk menyempurnakan implementasi sistem pelabuhan pintar terintegrasi (PTOS-C) guna mendorong efisiensi rantai pasok otomotif nasional, memangkas waktu pelayanan, serta mempermudah pemantauan kargo secara real-time. Kemudian, perseroan juga memanfaatkan konektivitas jaringan Pelindo Group untuk terus memperluas wilayah operasi terminal kendaraan ke pelabuhan domestik potensial di seluruh nusantara.

Sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan dan saham perseroan, jumlah investor IPCC juga terus bertambah. Mengacu Laporan Registrasi Pemegang Efek terbaru per akhir Mei 2026, jumlah investor pemilik Single Investor Identification (SID) IPCC naik sebanyak 230 investor dalam satu bulan, meningkat dari 13.881 akun pada bulan sebelumnya menjadi 14.111 investor.

Profil dan jenis investor juga terdiversifikasi Kepemilikan saham mayoritas didominasi oleh institusi besar di bawah naungan PT Pelindo Multi Terminal selaku entitas induk usaha, memastikan arah strategis korporasi berjalan selaras dengan rencana pengembangan infrastruktur maritim nasional.

Investor publik dan ritel domestik juga menjadi pemegang saham loyal IPCC seiring meningkatnya literasi pasar modal. Investor ritel terus mengoleksi saham IPCC didorong oleh naiknya laba per saham (EPS) serta tingkat rasio pengembalian modal (Return on Equity/ROE) yang melonjak sehat ke level 18,85 persen

(Rahmat Fiansyah)

SHARE