MARKET NEWS

Perkuat Infrastruktur Digital, Dayamitra (MTEL) Kantongi Pendapatan Rp7,01 Triliun

Taufan Sukma Abdi Putra 31/10/2026 16:18 WIB

MTEL tidak hanya berfokus pada tren pertumbuhan, melainkan juga pada kualitas pengembangan dan keberlanjutan profitabilitas.

Perkuat Infrastruktur Digital, Dayamitra (MTEL) Kantongi Pendapatan Rp7,01 Triliun (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), atau Mitratel, membukukan pendapatan sebesar Rp7,01 triliun hingga September 2026 lalu. Capaian tersebut terhitung tumbuh 1,8 persen dibanding perolehan pendapatan MTEL pada periode sama, di sepanjang sembilan bulan pertama 2025 lalu.

Dari porsi pendapatan tersebut, perusahaan penyedia infrastruktur menara telekomunikasi itu berhasil menyisihkan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, meningkat 0,8 persen secara tahunan.

Sementara, EBITDA mencapai Rp5,81 triliun dengan margin EBITDA sebesar 82,9%. Kinerja ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga profitabilitas dan fundamental bisnis di tengah dinamika industri telekomunikasi.

"Sejalan dengan pencapaian tersebut, kami terus memperkuat transformasi menuju NextGeneration TowerCo melalui optimalisasi aset, pengembangan kapabilitas digital, dan perluasan portofolio infrastruktur telekomunikasi," ujar Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko, dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Menurut Theodorus, strategi yang telah disusun Perseroan sengaja diarahkan untuk memperkuat daya saing, meningkatkan produktivitas aset, serta menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di Indonesia.

Theodorus menjelaskan bahwa capaian kinerja MTEL hingga triwulan III-2026 didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan.

Di tengah dinamika industri telekomunikasi, MTEL disebut Theodorus tidak hanya berfokus pada tren pertumbuhan, melainkan juga pada kualitas pengembangan dan keberlanjutan profitabilitas.

Hal tersebut ditempuh dengan terus memperkuat produktivitas aset, menjaga disiplin alokasi belanja modal, serta memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan dapat memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja dan penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan.

Hingga September 2026, MTEL tercatat telah mengoperasikan 40.704 menara telekomunikasi, dengan 24.333 kolokasi dan total 65.037 tenant. 
Sedangkan Tenancy ratio meningkat menjadi 1,60 kali pada September 2026, dari sebelumnya 1,55 kali pada periode September 2025, yang mencerminkan peningkatan pemanfaatan infrastruktur menara melalui penambahan kolokasi, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa, seiring dengan pemerataan konektivitas di Indonesia.

Sementara, pada segmen fiber optik, billable fiber length mencapai 76.761 km, atau mengalami pertumbuhan sebesar 13,3 persen secara tahunan.

"Perkembangan ini semakin memperkuat peran jaringan fiber optik sebagai infrastruktur pendukung konektivitas yang melengkapi bisnis menara, sekaligus memperluas peluang Perseroan dalam memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan dan pengembangan layanan telekomunikasi," ujar Theodorus.

Dalam hal ini, MTEL terus berupaya mengoptimalkan potensi aset eksisting melalui pemanfaatan marketing analytics tools untuk mengidentifikasi peluang kolokasi, memetakan kebutuhan jaringan, dan meningkatkan ketepatan strategi komersial.

Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat mendorong utilisasi aset yang lebih optimal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat efektivitas pengembangan bisnis. 
Tak hanya itu, Perseroan juga memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemantauan infrastruktur, pemeliharaan aset, serta peningkatan efisiensi operasional.

Pemanfaatan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kapabilitas MTEL dalam mengelola portofolio infrastruktur yang luas dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Transformasi Mitratel menuju Next-Generation TowerCo dilakukan dengan tetap memperkuat bisnis inti menara dan fiber optik, sekaligus mengembangkan layanan infrastruktur yang menjawab kebutuhan industri telekomunikasi yang terus berkembang," ujar Theodorus.

Salah satu inisiatif yang dikembangkan, sebut Theodorus, adalah Green Tower as a Service (GTAS), yang mendukung efisiensi pengelolaan infrastruktur dan kebutuhan energi operator telekomunikasi.

Pada saat yang sama, Perseroan juga mengembangkan peluang bisnis pemanfaatan menara telekomunikasi untuk implementasi Fixed Wireless Access (FWA) dalam mendukung perluasan akses broadband sesuai dengan kebutuhan pasar dan potensi bisnis yang tersedia.

Pengembangan portofolio tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memperluas sumber pertumbuhan, memperkuat relevansi layanan bagi tenant dan mitra operator, serta meningkatkan nilai tambah dari infrastruktur yang dimiliki.

"Implementasinya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kelayakan investasi, dan potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan," ujar Theodorus.

Ke depan, MTEL dipastikan Theodorus bakal terus memperkuat bisnis ini, sekaligus mengembangkan kepabilitas dan layanan yang relevan dengan kebutuhan tenant.

Bagi Perseroan, transformasi menuju Next-Generation TowerCo berarti membangun bisnis yang semakin produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan melalui pengelolaan infrastruktur yang efisien, serta investasi yang terukur.

Sebagai bagian dari ekosistem telekomunikasi nasional, MTEL menempatkan kolaborasi dengan tenant, operator telekomunikasi, dan mitra industri sebagai salah satu fondasi pengembangan bisnis.

Kemitraan tersebut mendukung optimalisasi infrastruktur, perluasan kapasitas jaringan, serta penyediaan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan layanan telekomunikasi.   
Dengan portofolio menara dan jaringan fiber optik yang tersebar luas di Indonesia, Mitratel berkomitmen untuk terus mendukung ekspansi jaringan operator dan memperkuat ketersediaan infrastruktur konektivitas khususnya di luar Pulau Jawa.

Upaya ini dijalankan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan bisnis, disiplin investasi, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui penguatan bisnis inti, optimalisasi aset, pengembangan kapabilitas digital, dan kolaborasi berkelanjutan, MTEL terus membangun fondasi yang kokoh untuk mewujudkan transformasi menuju Next-Generation TowerCo.

"Langkah ini kami yakini dapat memperkuat daya saing Perseroan, mendukung pertumbuhan industri telekomunikasi, serta berkontribusi terhadap pemerataan konektivitas digital bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Thedorus.

(taufan sukma)

SHARE