Pertamina Geothermal (PGEO) Catatkan Produksi All-Time High Sepanjang 2025, Ini Kontributornya
PGEO juga optimistis produksi sepanjang 2026 bakal kembali menyentuh all-time high.
IDXChannel—PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan produksi sebesar 5.095 gigawatt-hour (GWh) sepanjang tahun lalu, meningkat 5,55 persen dari realisasi 2024. Capaian tahunan ini juga menyentuh rekor all-time high.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho mengatakan peningkatan produksi ini ditopang oleh realisasi faktor beban, atau load factor, yang lebih tinggi dan tambahan kapasitas terpasang 55 MW dari PLTP Lumut Balai Unit 2.
Pembangkit tersebut mulai beroperasi secara komersial pada Juni tahun lalu. Dengan tambahan ini, kapasitas terpasang di PGEO saat ini meningkat 727 MW, dari sebelumnya 672 MW.
“Ke depan, kami juga terus melakukan optimalisasi aset eksisting, mendorong ekspansi dan pertumbuhan bisnis, sekaligus mengembangkan berbagai sumber pendapatan masa depan (future revenue streams),” terang Andi dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, perseroan juga memproyeksikan produksi listrik mencapai kisaran 5.255 GWh sepanjang 2026, atau naik 3,14 persen (yoy). Target ini didukung oleh upaya perseroan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja operasional dan kapasitas pembangkit.
Andi menjelaskan bahwa peningkatan produksi listrik terjadi pada sejumlah wilayah operasi PGEO. Antara lain wilayah Kamojang, yang diproyeksikan mencapai 1.806 GWh, lalu Ulubelu sebesar 1.617 GWh, Lumut Balai sebesar 714 GWh, dan Karaha sebesar 109 GWh.
“Capaian didukung oleh tingkat reliabilitas sistem yang tetap tinggi, dengan ketersediaan pembangkit (availability factor) mencapai 98,93 persen, kapasitas (capacity factor) mencapai 86,58 persen, dan tingkat outage yang rendah yakni hanya 0,41 persen,” sambung Andi.
(Nadya Kurnia)