MARKET NEWS

Pertamina Geothermal (PGEO) Tahan Aksi Buyback Saham di Tengah Tekanan IHSG, Ini Alasannya

Nia Deviyana 04/11/2026 20:00 WIB

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) belum merencanakan aksi pembelian kembali saham IHSG dalam beberapa waktu belakangan.

Pertamina Geothermal (PGEO) Tahan Aksi Buyback Saham di Tengah Tekanan IHSG, Ini Alasannya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) belum merencanakan aksi pembelian kembali saham atau buyback di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu belakangan.

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya H. Hutabarat mengatakan, terdapat sejumlah pertimbangan yang membuat perseroan belum mengambil langkah buyback. Salah satunya, aksi pembelian kembali saham berpotensi mengurangi porsi free float PGEO, sementara perseroan masih harus meningkatkan kepemilikan saham publik agar sesuai dengan ketentuan regulator.

Saat ini, porsi free float PGEO tercatat sekitar 11,2 persen. Perseroan menargetkan peningkatan free float menjadi 12,5 persen pada Maret 2027 dan mencapai 15 persen pada 2028.

"Jadi pertama kita tidak akan melakukan buyback karena itu akan mengurangi free float kita. Kita juga masih perform cukup bagus, dilihat juga shareholding composition juga masih baik," ujarnya dalam acara media briefing laporan keuangan kuartal III 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Selain pertimbangan free float, PGEO juga mencermati perkembangan komposisi pemegang saham perseroan. Fransetya menyebut minat investor asing terhadap saham PGEO masih menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data kepemilikan saham PGEO yang diperbaharui 30 Oktober 2026, investor asing masih mendominasi kepemilikan saham perseroan dalam kelompok saham tanpa warkat (scripless). Porsi investor asing tercatat sebesar 62,84 persen, sedangkan investor domestik secara keseluruhan mencapai 37,16 persen.

Sementara itu, berdasarkan data bursa efek dalam kurun waktu 1 bulan (4 Oktober - 3 November) investor asing mencatatkan aksi beli senilai 108 juta lembar saham atau senilai Rp99,36 miliar, dan aksi beli 68,67 juta lembar saham senilai Rp64,9 miliar. Selama sebulan PGEO mencatatkan net buy asing dengan total Rp34,4 miliar.

Pada periode tersebut, investor domestik justru mengakumulasi aksi jual senilai Rp288,29 miliar, dan aksi beli Rp253,89 miliar. Sehingga investor domestik mencatatkan aksi jual sebesar Rp34,4 miliar.

Menurutnya, meningkatnya kepemilikan investor asing menunjukkan bahwa prospek PGEO masih mendapat perhatian dari pasar internasional. Perseroan pun berharap minat investor domestik dapat terus tumbuh sehingga tidak tertinggal dibandingkan investor asing.

"Kalau kita melihat sekarang, tren beberapa waktu terakhir, decision shareholder dari foreign meningkat. Kita melihat sebenarnya jangan sampai minat atau perhatian dalam negeri kalah, karena kalau kita kaji dari luar negeri sudah sangat tertarik dan proporsinya naik terus," kata Fransetya.

Dengan demikian, PGEO saat ini lebih memprioritaskan pemenuhan ketentuan free float melalui sejumlah alternatif aksi korporasi yang masih dalam tahap kajian internal. Perseroan memastikan target peningkatan free float menjadi 15 persen pada 2028 tetap menjadi komitmen yang akan dipenuhi.

(NIA DEVIYANA)

SHARE