Prochiz (KEJU) Pastikan Belum Mau Naikkan Harga Produk, Ini Alasannya
Produsen keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memastikan tidak akan menaikkan harga produk meski pasokan bahan baku terdampak konflik Timur Tengah.
IDXChannel - Emiten produsen keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memastikan tidak akan menaikkan harga produk meski pasokan bahan baku terdampak akibat konflik Timur Tengah hingga nilai tukar rupiah terus melemah.
"Dari kami, kalau dilihat dari strategi awal perseroan yakni memasarkan keju, membuat keju. Kita ingin buat keju yang tadinya makanan para elit, menjadi makanan sehari-hari untuk semua rakyat Indonesia. Jadi, kenaikan harga bukan opsi utama kami, kami lebih senang melihat market share kita bisa menjangkau pasar lebih pasar besar," ujar Direktur Utama KEJU Indrasena Patmawidjaja saat pubex usai RUPST 2025 di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dia menerangkan, pelemahan nilai tukar rupiah sudah terlihat sejak tahun lalu. Namun, perseroan mampu menerapkan strategi efisiensi, sehingga profit tetap terjaga.
Bahkan, kata Indrasena, keuangan perseroan terbantu oleh kinerja ekspor ke sejumlah negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam.
Lebih lanjut, dampak perang terhadap kinerja perseroan juga tidak terlalu memberikan dampak secara luas. Hanya rantai pasok supply chain yang terganggu, mengingat sebagian besar bahan baku keju masih impor dari negara-negara Eropa.
"Beruntungnya kita juga sudah siap dengan mitra-mitra region seperti New Zealand, Australia yang bisa mengimbangkan situasi sekarang. Eropa yang kena (dampak perang), tapi negara lain yang produksi susu kejunya besar, tidak (kena dampak). Kita masih beruntung dapat opsi yang bisa memberikan keseimbangan," ujarnya.
Meski demikian, kata dia, perseroan akan terus memantau ketidakpastian yang terjadi di global. Hal ini dilakukan agar perseroan bisa menerapkan mitigasi dan strategi selanjutnya.
"Ketidakpastian ini tiap hari kita pelototi. Kuartal I bisa tertangani dan tidak bisa kita janjikan sepanjang tahun. Tapi kita cukup agile, pantau situasi makro dan teman-teman cukup lihai dalam menjalankan bisnis. Prioritasnya membesarkan pasar keju di Indonesia," katanya.
(Dhera Arizona)