MARKET NEWS

Produk Listrik Hijau Hero Global Investment (HGII) Raih Penghargaan ICAII 2026

Iqbal Dwi Purnama 03/09/2026 15:12 WIB

PT Hero Global Investment Tbk (HGII) berhasil meraih penghargaan dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026.

Produk Listrik Hijau Hero Global Investment (HGII) Raih Penghargaan ICAII 2026. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - PT Hero Global Investment Tbk (HGII) berhasil meraih penghargaan dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026. Penghargaan ini diberikan kepada sektor infrastruktur, khususnya subsektor utilitas listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Apresiasi yang diraih HGII ini diberikan atas inovasi perusahaan sebagai emiten yang mengembangkan bisnis listrik ramah lingkungan sehingga memperoleh penetapan saham hijau “IDX Green Equity Designation”, membuktikan konsistensi pada prinsip keberlanjutan dan ESG sebagai bagian dari strategi bisnis.

Senior VP Corporate Secretary PT Hero Global Investment Tbk (HGII) Hani Sumarno mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap pencapaian Perseroan yang bergerak di bisnis hijau hingga menjadi salah satu pemeran pionir di pasar modal hijau.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi HGII dalam menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi inti Perseroan.  Tidak mudah untuk menciptakan nilai tambah di sektor energi. HGII dapat membuktikan 100% green sebagai Independent Power Producer yang mengelola Pembangkit Listrik ramah lingkungan melalui anak-anak usahanya,” ujar Hani saat ditemui usai acara ICAII 2026 di MNC Conference Hall Inews Tower, Senin (31/8/2026).

Hani menuturkan, HGII merupakan satu dari hanya tiga emiten yang memperoleh label saham hijau pada Agustus 2026 ini, melalui IDX Green Equity Designation dengan level 100 persen green. Dia menegaskan label sebagai emiten saham hijau adalah wujud komitmen yang dijaga secara berkelanjutan.

“Penetapan Saham Hijau diraih melalui asesmen yang ketat, melibatkan lembaga pemeringkat global (S&P Global Ratings) yang dipantau berkelanjutan.  Asesmen selanjutnya dilaksanakan setiap tahunnya sehingga fondasi sustainability terus dijaga dari mulai pemegang saham, organ perseroan, tata kelola perusahaan, hingga pelaksana operasional di lapangan," ujarnya.

Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi ekosistem dan konektivitas. Pasalnya, sumber energi terbarukan relatif baru di tanah air.  Secara lokasi sumber-sumber energi EBT juga lebih banyak berada di luar Pulau Jawa dan wilayah pedalaman, sementara kebutuhan listrik terkonsentrasi di pusat-pusat kegiatan bisnis.

Kondisi antara sumber EBT di alam dengan kebutuhan di pusat kegiatan bisnis, merupakan tantangan tersendiri sehingga perlu pembangunan konektivitas dalam mengembangkan energi terbarukan. HGII menegaskan memegang teguh prinsip ramah lingkungan dalam mengejar pertumbuhan bisnis.

"Dibutuhkan kesadaran penuh dari semua elemen pemangku kepentingan bahwa energi baru terbarukan adalah kebutuhan kekinian dan masa depan.  Sehingga, sumber-sumber energi terbarukan perlu dijaga sehingga kita berkembang seiring pelestarian sumber-sumber energi itu sendiri secara berkelanjutan,” kata Hani.

Saat ini, HGII telah memiliki kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan sebesar 19 megawatt (MW). Seluruh kapasitas tersebut berasal dari pembangkit listrik tenaga mini hidro (PLTMH). Ke depan, HGII telah merencanakan diversifikasi portfolio yang lebih luas mencakup energi surya, biomassa, biogas, serta tentunya perluasan dari sumber energi berbasis air, dengan seluruh  target kapasitas produksi listrik ramah lingkungan dapat mencapai 100 MW pada 2031.

Hani memandang penghargaan ICAII 2026 sebagai motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat pengembangan bisnis berbasis sustainability. Ia berharap pengembangan energi terbarukan dapat terus didorong bersama-sama untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2060, sekaligus mempercepat proses transisi energi nasional.

"Ini sangat memotivasi kami, sebuah kehormatan mendapatkan penghargaan ini yang menjadi pengakuan sekaligus validasi bahwa energi baru terbarukan merupakan pilihan sekaligus kebutuhan kekinian," pungkasnya.

(Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE