Produsen Dulux Jual Bisnis Cat Asia Tenggara ke Nippon Paint Senilai Rp24,2 Triliun
AkzoNobel yang terkenal sebagai produsen Dulux sepakat menjual bisnis cat dekoratifnya di Asia Tenggara kepada Nippon Paint senilai USD1,35 miliar.
IDXChannel - AkzoNobel yang terkenal sebagai produsen Dulux sepakat menjual bisnis cat dekoratifnya di Asia Tenggara kepada Nippon Paint. Kedua belah pihak sepakat dengan nilai transaksi sebesar USD1,35 miliar atau sekitar Rp24,2 triliun.
Penjualan tersebut mencakup bisnis cat dekoratif AkzoNobel di tujuh negara, yakni Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, Papua Nugini, dan Australia.
Transaksi di Indonesia ditargetkan rampung pada akhir 2026. Sementara itu, penyelesaian transaksi di enam negara lainnya diperkirakan berlangsung pada pertengahan 2027, setelah mendapat persetujuan regulator dan memenuhi sejumlah ketentuan yang berlaku.
AkzoNobel diproyeksikan memperoleh kas bersih sekitar USD1 miliar atau Rp17,9 triliun dari penjualan itu setelah memperhitungkan biaya, termasuk pajak.
Divestasi ini merupakan bagian dari strategi AkzoNobel untuk menata portofolio bisnis dan memfokuskan sumber daya pada bisnis yang dinilai memiliki skala dan daya saing lebih kuat.
CEO AkzoNobel, Greg Poux-Guillaume mengatakan, transaksi tersebut sekaligus menuntaskan kajian portofolio bisnis cat dekotif di Asia.
“Kami berterima kasih kepada seluruh kolega di Asia yang telah membantu membangun bisnis cat dekoratif yang sangat baik dengan merek dan produk yang kuat,” kata Greg, dikutip dari Bloomberg, Senin (5/10/2026).
Sebelumnya, AkzoNobel telah menjual bisnis cat dekoratifnya di India dan Pakistan. Perusahaan memastikan transaksi terbaru hanya mencakup bisnis Decorative Paints di tujuh negara tersebut.
AkzoNobel tetap mempertahankan kepemilikan penuh atas bisnis Coatings dan organisasi Global Business Services. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya perusahaan memfokuskan bisnisnya di tengah rencana merger dengan Axalta Coating Systems.
Nippon Paint, perusahaan cat nomor satu di Jepang, melihat akuisisi tersebut sebagai langkah untuk memperkuat bisnisnya di pasar Asia Tenggara.
Director, Representative Executive Officer & Co-President Nippon Paint, Wee Siew Kim mengatakan, perusahaan akan melanjutkan bisnis yang telah dikembangkan AkzoNobel, termasuk menjaga kualitas produk serta memanfaatkan pengalaman dan keahlian lokal. Bisnis Asia Tenggara milik AkzoNobel yang akan diakuisisi Nippon Paint mencatat pendapatan USD291 juta dan EBITDA USD65 juta pada 2025.
Nippon Paint memperkirakan penggabungan bisnis tersebut dapat menghasilkan efisiensi melalui pengadaan bersama, optimalisasi produksi dan logistik, penjualan silang, serta pengurangan biaya operasional.
Akuisisi tersebut juga diperkirakan mulai meningkatkan laba Nippon Paint setelah seluruh transaksi rampung pada pertengahan 2027. Untuk membiayai akuisisi, perusahaan akan menggunakan kombinasi pinjaman bank dan kas tanpa menerbitkan saham baru.
(Rahmat Fiansyah/Kidung Dhia Fardheena)