Profil Michael Hartono, Taipan Pemilik BCA (BBCA) hingga Klub Como 1907
Michael Hartono meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026). Kiprahnya dinilai sangat luas dalam bisnis lewat Djarum Group.
IDXChannel - Michael Hartono meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Djarum Group.
Nama Michael Hartono tak bisa dilepaskan dari lanskap bisnis Indonesia, khususnya di sektor perbankan dan industri rokok. Bersama saudaranya Budi Hartono, ia dikenal sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Tanah Air melalui Grup Djarum yang memiliki portofolio bisnis yang luas, mulai dari manufaktur hingga jasa keuangan.
Salah satu pilar utama kekayaan Michael berasal dari kepemilikan saham di PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia. Melalui PT Dwimuria Investama Andalan, keluarga Hartono menguasai mayoritas saham BCA yang secara konsisten mencatatkan kinerja solid di tengah industri perbankan yang dinamis.
Selain BCA, Grup Djarum juga memiliki eksposur signifikan di pasar modal Indonesia melalui sejumlah emiten yang terafiliasi. Di antaranya PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), hingga PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC).
Belakangan setelah laporan kepemilikan 1 persen diungkap, jejak Djarum yang sebelumnya rumor kini terkonfirmasi seperti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Ekspansi bisnis keluarga Hartono juga merambah ke banyak sektor mulai dari properti hingga otomotif, menandai transformasi besar-besaran Djarum Grup melepas ketergantungan pada bisnis rokok dan jasa keuangan semata. Di otomotif misalnya, Djarum berkiprah lewat merek Polytron, sedangkan di segmen kuliner, grup perusahaan belum lama ini mengakuisisi Bakmie GM.
Di luar Indonesia, perhatian Michael sempat tertuju ke dunia sepak bola Eropa melalui kepemilikan klub Italia, Como 1907. Investasi ini mencerminkan diversifikasi minat sekaligus strategi branding global yang semakin agresif dari konglomerasi asal Indonesia tersebut.
Di tangan Djarum, Como 1907 yang awalnya berkompetisi di serie D, kini menghuni papan atas serie A, kasta tertinggi sepak bola Italia. Sejumlah nama besar dilibatkan dalam proyek tersebut seperti legenda Prancis, Thierry Henry sebagai direktur hingga Cesc Fabregas sebagai pelatih kepala klub
Meski dikenal sebagai sosok pebisnis papan atas, Michael cenderung low-profile. Dia jarang tampil di media, namun pengaruhnya terasa kuat melalui keputusan-keputusan strategis yang diambil di berbagai lini bisnis. Kekayaannya ditaksir mencapai USD18,9 miliar atau setara dengan Rp300 triliun.
Menariknya, di balik kesibukan bisnis, Michael Hartono memiliki kegemaran yang tidak biasa bagi seorang konglomerat, yakni permainan kartu bridge. Dia bahkan dikenal sebagai pemain bridge berprestasi yang aktif berkompetisi di level internasional.
Kecintaannya terhadap bridge tidak sekadar hobi, tetapi juga bentuk dedikasi serius. Dia tercatat pernah mewakili Indonesia dalam berbagai kejuaraan dan berkontribusi dalam mengembangkan olahraga tersebut di dalam negeri.
(Rahmat Fiansyah)