MARKET NEWS

Putus Kontrak, GOTO Sumbang 30 Persen Pendapatan Express (TAXI)

Rahmat Fiansyah 04/07/2026 23:00 WIB

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan kehilangan kontrak dari PT Rekan Anak Bangsa (RAB), anka usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan kehilangan kontrak dari PT Rekan Anak Bangsa (RAB), anak usaha GOTO. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan kehilangan kontrak dari PT Rekan Anak Bangsa (RAB), anak usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Kontrak tersebut menyumbang hingga 30 persen terhadap pendapatan TAXI.

Pada 21 November 2024, TAXI dan RAB menandatangani kontrak penyedia layanan Angkutan Sewa Khusus (ASK). Dalam kerja sama ini, TAXI memberikan dukungan operasional mulai dari layanan lahan parkir hingga manajemen komunitas pengemudi untuk RAB.

Perjanjian ini sedianya berlaku 2 tahun hingga 21 November 2024 dan bisa diperpanjang. Namun, RAB memutus kontrak tersebut pada 2 Juli 2026. Tak disebutkan alasan pemutusan kontrak itu.

"Perseroan telah menerima surat dari PT Rekan Anak Bangsa perihal pengakhiran Perjanjian Pengadaan Jasa antara PT Rekan Anak Bangsa dan perseroan dalam surat tersebut disampaikan bahwa pengakhiran perjanjian akan berlaku efektif pada tanggal 2 Juli 2026," kata Direktur Utama Express, Johannes Triatmojo.

Mengacu laporan keuangan TAXI yang dikutip Sabtu (4/7/2026), segmen layanan ASK dari RAB menghasilkan pendapatan Rp1,06 miliar sepanjang tahun 2025. Angka itu setara 30,23 persen dari total pendapatan TAXI sebesar Rp3,5 miliar.

Segmen sewa kendaraan masih menjadi penyumbang utama bagi pendapatan TAXI dengan porsi 68,77 persen. Pada 2025, segmen ini berkontribusi sebesar Rp2,44 miliar.

Kehilangan kontrak dari GOTO memberikan "pukulan" keras bagi TAXI mengingat pendapatan dari segmen sewa kendaraan justru menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023, pendapatan segmen sewa kendaraan mencapai Rp4,82 miliar, kemudian turun menjadi Rp3,89 miliar pada 2024 dan turun lagi menjadi Rp2,44 miliar. Angka ini mengindikasikan CAGR -28,9 persen per tahun.

Dengan hilangnya kontrak dari GOTO Group, TAXI hanya akan mengandalkan pendapatan dari segmen sewa kendaraan. Saat ini, perseroan memiliki kontrak dengan PT Bengkalis Kuda Laut untuk penyewaan 200 unit mobil dengan nilai kontrak Rp9,3 miliar. Masa kontrak berlaku 1 tahun terhitung 3 November 2025 dengan realisasi pada tahun lalu sebanyak 41 unit.

Kemudian, TAXI juga memiliki kontrak dengan PT Indomobil National Distributor dengan skema bagi hasil untuk memasarkan mobil listrik bagi pengemudi taksi online. Hingga saat ini, TAXI belum mengoperasikan taksi legendanya, Express sejak 2015.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE