Putus Reli Tiga Pekan, Harga CPO Catat Penurunan Mingguan Lebih dari 2 Persen
Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat lebih dari satu persen pada perdagangan Jumat (28/8/2026).
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat lebih dari satu persen pada perdagangan Jumat (28/8/2026).
Namun, kontrak tersebut tetap mencatatkan penurunan secara mingguan dan mengakhiri reli selama tiga pekan berturut-turut.
Kontrak CPO acuan untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 1,54 persen menjadi 4.890 ringgit Malaysia per metrik ton.
Meski menguat pada perdagangan terakhir pekan ini, harga CPO tercatat turun 2,55 persen sepanjang pekan.
Kenaikan harga CPO pada Jumat didorong oleh penguatan harga minyak kedelai serta kekhawatiran terhadap prospek produksi dalam jangka menengah.
Proprietary trader di perusahaan perdagangan Iceberg X Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur, David Ng, mengatakan pergerakan CPO mengikuti penguatan pasar minyak kedelai, sementara kekhawatiran terhadap produksi turut menopang sentimen pasar.
"Kami melihat harga mendapat dukungan di atas 4.800 ringgit Malaysia, dengan level resistance di 4.950 ringgit," ujarnya, dikutip Reuters.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 1,67 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,1 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melonjak 2,13 persen.
Harga minyak sawit kerap mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah bergerak stabil, tetapi masih menuju penurunan secara mingguan.
Pelaku pasar mempertimbangkan mandeknya pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah masih berlanjutnya sebagian aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz.
Pelemahan harga minyak mentah dapat membuat CPO kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Sementara itu, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan CPO, menguat 0,2 persen terhadap dolar AS.
Penguatan tersebut membuat komoditas ini sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)