MARKET NEWS

Raharja Energi (RATU) Targetkan Akuisisi Minimal Satu Aset Migas di 2027

Iqbal Dwi Purnama 10/09/2026 19:23 WIB

Perseroan saat ini masih menjalankan proses due diligence terhadap sejumlah aset yang masuk dalam pipeline akuisisi.

Raharja Energi (RATU) Targetkan Akuisisi Minimal Satu Aset Migas di 2027. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menargetkan dapat menambah sedikitnya satu aset migas melalui aksi akuisisi pada 2027. Perseroan saat ini masih menjalankan proses due diligence terhadap sejumlah aset yang masuk dalam pipeline akuisisi.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis RATU Adrian Hartadi mengatakan, sejumlah pipeline akuisisi masih dalam proses penjajakan. Namun, dengan waktu yang tersisa sekitar tiga bulan hingga akhir 2026, perseroan cenderung konservatif dan memperkirakan sebagian transaksi baru dapat diselesaikan pada 2027.

"Untuk tahun ini kita masih beberapa proses, beberapa pipeline sudah masuk di kita. Kita masih melakukan due diligence, tapi sebagai ekspektasi yang lebih konservatif, mungkin beberapa akuisisi ini akan terjadi tahun 2027," ujar Adrian dalam konferensi pers Public Expose Live RATU, Kamis (10/9/2026).

Direktur Utama RATU Sumantri menambahkan, strategi bisnis perseroan ke depan tetap berfokus pada akuisisi aset migas yang sudah berproduksi. Strategi tersebut ditempuh untuk mengurangi risiko eksplorasi sekaligus mempercepat kontribusi aset terhadap kinerja keuangan perseroan.

"Untuk tahun 2027, pendekatannya masih sama, kita hanya melakukan akuisisi atas aset-aset yang produksi atau aset-aset yang telah berproduksi," kata Sumantri.

Selain status produksi, RATU juga mempertimbangkan rekam jejak operator dalam menentukan aset yang akan diakuisisi. Perseroan cenderung membidik aset yang dioperasikan oleh operator berpengalaman, meski tetap membuka peluang pengecualian apabila terdapat pertimbangan strategis.

Sumantri mengatakan model bisnis RATU saat ini adalah mengakuisisi dan mengelola aset yang telah ada. Karena itu, tim pengembangan bisnis terus membangun pipeline aset agar perseroan dapat bergerak ketika kondisi keuangan dan regulasi memungkinkan.

"Prioritas asetnya adalah aset-aset produksi. Jadi kita mungkin 2-3 tahun ke depan akan terus mencari aset produktif. Karena harapannya mengurangi risiko eksplorasi dan secepat mungkin menambah kapabilitas keuangan perusahaan," ujar dia.

Strategi ekspansi tersebut akan didukung oleh penguatan struktur permodalan. Sebelumnya, pemegang saham independen RATU telah menyetujui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement hingga 10 persen saham. Aksi tersebut terutama ditujukan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung kebutuhan ekspansi, termasuk akuisisi aset-aset produktif.

"Kita akuisisi, kemudian memanage existing aset, sehingga teman-teman business development itu walaupun baru minggu lalu selesai saya melakukan akuisisi, mereka pasti melihat aset-aset baru karena kita ingin selalu punya list," kata dia.

RATU memiliki roadmap pengembangan dalam kurun waktu hingga 10 tahun mendatang yang disusun pada Mei 2026 lalu. Pada 1-3 tahun pertama, perseroan berfokus pada investasi non operating dengan mengakuisisi PSC berskala besar tanpa mengoperasikan aset secara langsung. Pada fase ini RATU berperan sebagai pemegang participating interest untuk memperoleh kepemilikan strategis di PSC besar dengan tanggung jawab operasional minimal.

Pada 3-5 tahun berikutnya, RATU beralih ke investasi operasional dengan mengakuisisi participating interest pada PSC produksi berskala kecil serta mulai mengelola dan mengoperasikan aset secara langsung.

Adapun pada 6-10 tahun berikutnya, perseroan menargetkan perluasan investasi operasional ke PSC dengan skala produksi lebih besar. Pada tahap ini RATU diharapkan bisa memperkuat kapabilitas operasional dan meningkatkan kontribusinya pada portofolio produksi.

(NIA DEVIYANA)

SHARE