MARKET NEWS

Realisasi Belanja Modal BUMA Internasional (DOID) Capai USD149 Juta, 54 Persen untuk Armada

Kunthi Fahmar Sandy 29/11/2025 15:44 WIB

DOID merealisasi capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar USD149 juta pada kuartal III-2025 atau tumbuh 12 persen yoy.

Realisasi Belanja Modal BUMA Internasional (DOID) Capai USD149 Juta, 54 Persen untuk Armada (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) merealisasi capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar USD149 juta pada kuartal III-2025 atau tumbuh 12 persen yoy.

Adapun 54 persen dialokasikan untuk mempertahankan keandalan dan kesiapan armada dan 46 persen diarahkan untuk mendukung pertumbuhan melalui peningkatan kapasitas di sejumlah site utama di Indonesia.

Direktur BUMA International Group Iwan Fuad Salim menuturkan pada kuartal III-2025 terjadi perbaikan kinerja operasional dan keuangan. "Momentum pemulihan sendiri telah terbentuk pada kuartal II-2025 yang didukung oleh meningkatnya jam kerja efektif dan waktu siklus yang lebih singkat di berbagai site operasional utama," tuturnya dalam keterangan pers Sabtu (29/11/2025).

Meskipun kinerja year-to-date (YTD) masih terdampak gangguan pada kuartal I, namun hasil quarter-onquarter (QoQ) terus menunjukkan perbaikan dan mencerminkan konsistensi operasional yang semakin kuat. Di mana kinerja operasional terus membaik melanjutkan tren pemulihan yang dimulai pada kuartal II-2025. 

Pemindahan lapisan tanah penutup (overburden/OB removal) naik 4 persen dari kuartal I ke kuartal II dan meningkat sebesar 25 persen dari kuartal II ke kuartal III. "Jam kerja alat (equipment working hours) meningkat 29 persen dari Januari hingga September, didorong oleh kesiapan alat yang lebih tinggi dan utilisasi yang lebih kuat, sementara jam non-produktif turun 53 persen 

berkat kondisi cuaca yang lebih kering dan pemulihan pascahujan yang lebih cepat," ujar dia.

Sementara itu, cycle time membaik 12 persen seiring perencanaan operasional yang mengurangi waktu pembuangan material (dump-time) dan antrean, serta didukung perbaikan hambatan di area pembuangan (disposal), jalan angkut (haul-road), dan penanganan material geologi. Peningkatan kinerja operasional ini menghasilkan penurunan biaya per unit di berbagai area.

Sedangkan biaya tunai per bank cubic meter (BCM) turun 28 persen dari kuartal I ke kuartal III. Biaya tenaga kerja per bcm turun 45 persen, seiring disiplin shift yang lebih ketat sehingga menurunkan rasio operator terhadap alat sebesar 13 persen pada periode yang sama. 

"Biaya bahan bakar per BCM turun 14 persen karena konsumsi bahan bakar menurun sebesar 10 persen, didorong oleh inisiatif 

perbaikan cycle time yang telah disebutkan sebelumnya," tuturnya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan (repair and maintenance) per BCM menurun 13 persen, didukung oleh pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) dan perencanaan komponen yang lebih baik.

Pada kuartal III-2025, OB removal mencapai 128 juta bank cubic meter (MBCM) dan produksi batu bara mencapai 22 juta ton (MT), masing-masing naik 18 persen dan 12 persen secara QoQ. Peningkatan ini ditopang oleh jam kerja efektif yang lebih tinggi dan cycle time yang lebih singkat, sebagai hasil dari pemulihan pasca hujan yang lebih cepat, eksekusi shift yang lebih ketat, kondisi haul road yang lebih mulus, serta perbaikan bottlenecks di area disposal.

Pada kuartal III-2025, pendapatan meningkat menjadi USD400 juta, naik 6 persen secara QoQ sejalan dengan kenaikan produksi, sementara EBITDA naik menjadi USD63 juta (margin 19 persen), dibandingkan USD50 juta (margin 16 persen) pada kuartal II-2025. 

Rugi bersih turun menjadi USD1 juta, didukung peningkatan EBITDA dan keuntungan nilai wajar (fair value gains) dari investasi Grup di 29Metals.

"Kinerja kuartal ketiga menunjukkan bahwa pemulihan kami semakin menguat. Jam kerja efektif yang lebih tinggi, cycle-time yang lebih singkat, dan pengendalian biaya yang lebih ketat menghasilkan volume yang lebih baik, biaya per unit yang lebih rendah, dan EBITDA yang lebih kuat, meskipun kondisi masih menantang," katanya. 

Memasuki akhir tahun, fokus DOID tetap pada mempertahankan capaian perbaikan ini, menjaga margin, dan memperkuat keunggulan operasional di seluruh bisnis.

(Kunthi fahmar sandy)

SHARE