MARKET NEWS

Rebranding Jadi LANDCROS, HEXA Perluas Portofolio Produk di Luar Hitachi

Rahmat Fiansyah 23/09/2026 05:10 WIB

Pengendali PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), Hitachi Construction Machinery akan melakukan rebranding menjadi LANDCROS terhitung 1 April 2027.

Pengendali PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), Hitachi Construction Machinery akan melakukan rebranding menjadi LANDCROS terhitung 1 April 2027. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pengendali PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), Hitachi Construction Machinery akan melakukan rebranding menjadi LANDCROS terhitung 1 April 2027. Langkah strategis ini akan mendorong perusahaan menjadi house of brands bagi alat berat.

"Diharapkan sejalan dengan adanya rebranding LANDCROS, maka Hexindo terus berkembang dengan bertambahnya portofolio produk-produk yang dijualnya," kata Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tbk, Dwi Sasono dalam Risalah Public Expose dikutip Selasa (22/9/2026).

Menurut Dwi, rebranding ini juga akan diperkuat dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Dengan portofolio produk yang lebih banyak, langkah ini juga diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yang beragam dengan harga terjangkau.

Dia menjelaskan, perubahan nama LANDCROS merupakan langkah baru dalam menghadirkan inovasi di industri awal berat. Jika awalnya perseroan hanya menjual alat berat dengan merek Hitachi yang fokus pada produk ekskavator, maka ke depan akan berekspansi ke produk alat berat lain seperti wheel loader dan rigid dump truck.

"Secara produk dan kualitas, dapat dipastikan tidak ada yang berubah dengan perubahan nama ini," katanya.

Penjualan alat berat Hexindo selama ini didominasi oleh merek Hitachi yang memiliki reputasi kuat di mata pelanggan. Baru-baru ini perseroan memperkenalkan merek baru yakni WIXIM yang menjadi peluncuran perdana dari LANDCROS.

Peresmian dilakukan pada 27 Juli 2026 dengan menghadirkan lebih dari 200 pelanggan dari Indonesia dan luar negeri. Saat ini, sebanyak 2 bulldozer dan 2 wheel loaders telah dikirim di luar tambahan pesanan, menunjukkan antusiasme pasar terhadap merek baru dari LANDCROS tersebut.

Sebelumnya, perseroan juga telah memiliki portofolio produk di luar Hitachi meski kontribusinya belum terlalu besar. Merek tersebut yakni Bell (dump truck & graders), Foton (truck), Dynapac (pemadat jalan), dan Moroka (tracked carrier). Ke depan, penjualan merek-merek ini akan digenjot.

Selain alat berat, perseroan juga menghadirkan solusi di luar mesin. Langkah tersebut sejalan dengan upaya untuk memperkuat layanan, termasuk purna jual (after sales) dalam menghadapi persaingan di industri alat berat yang ketat.

Hexindo menargetkan penjualan sebesar USD589,37 juta di sepanjang 2026. Adapun laba kotor ditargetkan mencapai USD95,1 juta dan laba operasional USD28,8 juta. Sementara laba bersih diproyeksikan tumbuh menjadi USD18,4 juta.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE