MARKET NEWS

Rekor, IPCC Bukukan Laba Bersih Rp256,1 Miliar Sepanjang 2025

Rahmat Fiansyah 26/03/2026 17:05 WIB

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun lalu. 

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun lalu. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), bagian dari ekosistem Pelindo Group melalui PT Pelindo Multi Terminal sebagai subholding, mencatatkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun lalu. 

Berdasarkan laporan audited tahun buku 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp256,51 miliar, menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) dan melampaui capaian psikologis Rp250 miliar. Kinerja tersebut tumbuh 21 persen secara tahunan dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp212,21 miliar, mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat serta kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri. 

Pencapaian ini didorong oleh langkah IPCC dalam mengakselerasi inovasi dan strategis bisnis, memperkuat transformasi dan digitalisasi operasional, serta melakukan standarisasi proses bisnis secara konsisten di seluruh lini, sehingga mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas layanan sebagai fondasi utama dalam menciptakan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemegang saham dan pemangku kepentingan.

IPCC mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan membukukan Rp929,96 miliar, meningkat 13 persendibandingkan Rp824,60 miliar pada tahun sebelumnya. Kinerja ini menegaskan kemampuan perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan, didukung oleh kontribusi dominan dari Branch Tanjung Priok sebesar 91 persenm atau Rp842,55 miliar, serta penguatan peran terminal satelit di berbagai wilayah strategis Indonesia yang berkontribusi sebesar 9 persen atau Rp85,15 miliar. 

Dari sisi komposisi bisnis, segmen Completely Built Up (CBU) tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai Rp697,66 miliar, diikuti oleh segmen alat berat sebesar Rp82,67 miliar serta truck/bus sebesar Rp77,31 miliar. Struktur pendapatan ini mencerminkan positioning IPCC yang kuat sebagai pemain kunci dalam rantai logistik otomotif nasional sekaligus menunjukkan diversifikasi portofolio bisnis yang semakin solid. 

Menariknya, pertumbuhan kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi tren kendaraan listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan perseroan di tahun 2025. IPCC melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal China yang menyumbang lebih dari 80.000 unit. Hal ini tidak hanya memperkuat peran IPCC dalam ekosistem logistik otomotif masa depan, tetapi juga menegaskan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang dari transisi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

IPCC berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, keselamatan dan penanganan seluruh kargo yang dilayani oleh Perusahaan. Pada 2025, perseroan menerapkan secara full single billing dan pada kuartal IV, IPCC resmi meluncurkan inovasi bisnis In-Land Transportation sebagai perwujudan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions yang memperkuat arah perseroan sebagai pemimpin layanan logistik terminal kendaraan yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia. 

IPCC juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 11 persen dari Rp1,85 triliun pada 2024 menjadi R 2,05 Triliun pada akhir 2025 dimana kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas IPCC mencapai Rp 1,08 Triliun yang naik sebesar 33,5 persen. 

Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro menuturkan, perseroan telah melakukan sejumlah upaya untuk menciptakan nilai tambah dari setiap layanan seperti efisiensi biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan serta penggunaan sistem pembayaran yang terintegrasi melalui digitalisasi seperti PRAYA dan PTOS-C yang memungkinkan pengguna jasa dapat mengetahui tagihan atas layanan IPCC secara real time, mengurangi proses tatap muka serta berhasil mengurangi ACP (average collection period) dari 31,74 pada tahun 2024 menjadi 29,05 pada tahun 2025.

“Sebagai salah satu entitas bisnis di Pelindo grup yang memiliki fundamental solid, kami tidak memiliki kewajiban perseroan dalam bentuk utang kepada perbankan maupun pihak lain (debt free company) sehingga memberikan ruang gerak yang lebih prudent serta independensi pengelolaan keuangan untuk pengembangan perseroan," kata Wing melalui keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengaku bersyukur dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengguna jasa, vendor, tim IPCC, pemegang saham atau investor dan stakeholders atas pencapaian yang luar biasa ini serta tak lupa dukungan dan kepercayaannya kepada IPCC. Dia mengapresiasi penilaian pengguna jasa dan vendor atas layanan yang kami berikan dimana hal ini terukur dalam hasil survey kepuasan pelanggan tahun 2025 di lingkungan Pelindo Group, IPCC memperoleh skor tertinggi 4,82 dari skala 5. 

“Sepanjang tahun 2025, IPCC berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas melalui PDC, integrasi layanan logistik, in-land transportation dan optimalisasi lahan-lahan idle di sekitar perseroan untuk menampung lonjakan kargo yang melalui terminal kami,” kata Sugeng.

Pada 2025, strategi bisnis IPCC berlanjut dengan menyesuaikan strategi dan rencana induk perusahaan yang bergerak pada ekosistem logistik terminal kendaraan yang terintegrasi (vehicle logistic ecosystem), dengan terus melaksanakan ekspansi bisnis baik organik maupun anorganik. IPCC juga terus melakukan penguatan pada sisi operasional dan digitalisasi yang salah satunya Go-Live aplikasi PTOS-C secara penuh pada terminal internasional yang bertujuan untuk integrasi layanan dan memadukan pola operasi dengan teknologi terkini.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE