Reli Saham Prajogo CUAN-PTRO Cs, Investor Antisipasi Hasil MSCI
Saham-saham Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu kompak ditutup melonjak pada Rabu (12/8/2026), turut menopang pasar secara keseluruhan.
IDXChannel – Saham-saham Grup Barito milik taipan Prajogo Pangestu kompak ditutup melonjak pada Rabu (12/8/2026), turut menopang pasar secara keseluruhan seiring investor menanti pengumuman review MSCI pada Kamis (13/8) pagi waktu Indonesia.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melonjak 20,83 persen ke level Rp870 per unit, memimpin reli saham Prajogo hari ini.
Penguatan CUAN juga terjadi setelah Prajogo menambah kepemilikannya sebanyak 51,7 juta saham pada 11 Agustus 2026 melalui transaksi pembelian tidak langsung untuk tujuan investasi pribadi.
Kepemilikan sang taipan kini meningkat menjadi 90,40 miliar saham atau setara 80,42 persen hak suara, dari sebelumnya 90,35 miliar saham atau 80,37 persen.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga melejit 13,29 persen ke Rp3.750 per unit, sedangkan PT Petrosea Tbk (PTRO) mendaki 11,56 persen ke Rp5.500 per unit.
Tidak hanya itu, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) masing-masing meningkat 8,89 persen dan 7,14 persen.
Saham BRPT menjadi salah satu yang mendapat perhatian menjelang review MSCI karena Maybank Sekuritas memperkirakan emiten milik taipan Prajogo Pangestu tersebut tetap bertahan dalam MSCI Global Standard.
Jika terealisasi, kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi saham BRPT.
Ikut tersengat reli, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan kenaikan terkecil, yakni 4,35 persen ke Rp2.160 per unit.
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melambung 1,69 persen ke 6.373,85, ditopang reli saham konglomerat sekaligus berbalik arah usai melemah signifikan dua hari sebelumnya. Pada Rabu (11/8), indeks acuan tersebut bahkan ditutup turun 1,53 persen.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, penguatan saham-saham tersebut diduga mencerminkan positioning investor pada sejumlah saham yang menjadi front runner MSCI, di tengah ekspektasi pasar terhadap hasil review.
MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil August Index Review pada 12 Agustus waktu Amerika Serikat atau dini hari 13 Agustus waktu Indonesia.
“Sehingga perdagangan hari ini menjadi momentum positioning investor menjelang keputusan tersebut,” tulis BRI Danareksa.
Pasar terutama mencermati sejumlah parameter, termasuk Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), serta kebijakan pembekuan (freeze) terhadap saham-saham Indonesia.
MSCI sebelumnya telah mempertahankan perlakuan khusus terhadap Indonesia, termasuk pembekuan kenaikan FIF dan NOS serta larangan penambahan konstituen baru dari Indonesia.
BRI Danareksa Sekuritas menilai front runner MSCI menjadi sorotan utama pelaku pasar.
“Penguatan saham konglomerasi hari ini lebih mencerminkan antisipasi menjelang keputusan MSCI, bukan konfirmasi perubahan indeks. Hasil final tetap berpotensi memicu volatilitas pada saham terkait setelah pengumuman,” kata BRI Danareksa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.