MARKET NEWS

Rights Issue, Bakrie & Brothers (BNBR) Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru dengan Rasio 2:1

Rahmat Fiansyah 08/03/2026 09:30 WIB

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan jumlah saham yang akan diterbitkan dalam skema rights issue.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan jumlah saham yang akan diterbitkan dalam skema rights issue. (Foto: Ist)

IDXChannel -  PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan jumlah saham yang akan diterbitkan dalam skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) alias rights issue.

Dalam prospektus tambahan yang diterbitkan Jumat (6/3/2026), perusahaan induk Bakrie Group itu akan mengeluarkan 86,7 miliar saham biasa seri E dari total 90 miliar saham yang direstui oleh pemegang saham. Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Februari 2026.

Sementara rasio ditetapkan 2:1 di mana setiap 2 pemegang saham BNBR akan mendapatkan 1 HMETD atau rights yang bisa ditebus. Mereka yang tidak menebus rights, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi sebanyak 33,33 persen.

Sesuai rasio yang ditetapkan, Port Fraser International Ltd akan mendapatkan 21,07 miliar HMETD, diikuti Fountain City Investment Ltd 19,22 miliar HMETD, UOB Kay Hian Pte Ltd 7,3 miliar HMETD, Eurofa Capital Investment Ltd 5,8 miliar HMETD, dan Levoca Enterprise Ltd 4,6 miliar HMETD. Namun, belum ada keterangan apakah seluruh pemegang saham tersebut akan menggunakan haknya.

Kendati demikian, perseroan memastikan adanya pembeli siaga (standby buyer) dalam rights issue meski belum diungkapkan dalam prospektus. Pembeli siaga bakal menyerap seluruh sisa saham yang tidak ditebus pemegang saham.

BNBR akan memanfaatkan dana hasil rights issue untuk membayar utang kepada sejumlah pihak. Sebanyak Rp4,36 triliun digunakan PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) untuk melunasi utang kepada Hartman International Pte Ltd Rp3,66 triliun dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) Rp700 miliar.

Selain itu, BNBR juga mengambil dana rights issue Rp1,09 triliun untuk melunasi utang kepada PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA), Rp300 miliar digunakan sebagai pinjaman ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) untuk membangun rest area di Tol Cibitung-Cimanggis, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

BNBR juga belum mengumumkan harga pelaksanaan yang kemungkinan bakal diinformasikan dalam prospektus final. Namun, jika mengacu pada penggunaan dana rights issue, harga pelaksanaan akan berada di kisaran Rp66 per saham, lebih rendah dibandingkan harga saham BNBR saat ini Rp155 per saham.

Perseroan juga telah mengeluarkan jadwal indikatif pelaksanaan rights issue. Sesuai jadwal, tanggal perdagangan saham dengan HMETD (cum right) akan berakhir pada 20 Mei 2026 sedangkan tanggal pencatatan akan dilakukan mulai 26 Mei 2026.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE