MARKET NEWS

RKAB Dipangkas, Atlas Resources (ARII) Hentikan Produksi di Sejumlah Tambang

Desi Angriani 05/07/2026 15:03 WIB

Penyesuaian RKAB telah menekan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan.

RKAB Dipangkas, Atlas Resources (ARII) Hentikan Produksi di Sejumlah Tambang (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Atlas Resources Tbk (ARII) menghentikan sementara kegiatan produksi di sejumlah area tambang imbas penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Direktur Atlas Resources, Joko Kus Sulistyoko menjelaskan, penyesuaian RKAB telah menekan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan.

"Saat ini kegiatan produksi di beberapa area telah dihentikan sementara, sedangkan penjualan masih dilakukan untuk memenuhi sisa alokasi yang tersedia," ujar Joko dalam hasil paparan public expose di keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Perseroan berharap pemerintah memberikan relaksasi terhadap kebijakan tersebut agar alokasi produksi dapat kembali meningkat. Menurut Joko, peningkatan kuota produksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, khususnya pasokan batu bara bagi pembangkit listrik di wilayah Sumatera dan Jawa.

Di tengah terbatasnya alokasi produksi, perseroan berupaya meningkatkan efisiensi operasional melalui pengembangan infrastruktur pendukung.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembangunan dan pengembangan jalan hauling guna menekan biaya logistik. Di mana jalur angkut yang lebih pendek dapat mengurangi jarak pengangkutan batu bara sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien.

Selain meningkatkan efisiensi, jalan hauling tersebut juga dirancang untuk mengakomodasi peningkatan volume angkutan batu bara di masa mendatang apabila alokasi produksi kembali bertambah.

"Kapasitas jalan hauling tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan volume angkutan batu bara di masa mendatang dan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan tambang lain yang berada di sekitar wilayah operasional, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha perseroan," tutur Joko.

Hingga kuartal I-2026, Atlas Resources mencatatkan laba bersih Rp102,5 miliar, atau turun 41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp173,9 miliar.

Namun demikian, pendapatan usaha meningkat 10 persen dari Rp1,63 triliun menjadi Rp1,8 triliun. Alhasil laba bersih per saham setara dengan Rp27,33.

(DESI ANGRIANI)

SHARE