MARKET NEWS

Rogoh USD46 Juta, RAJA Masuk Proyek FLNG Milik Genting Group

Rohman Wibowo 11/09/2026 01:00 WIB

Aksi korporasi ini memantapkan langkah emiten infrastruktur energi tersebut untuk memperkuat rantai pasok gas alam cair nasional.

Rogoh USD46 Juta, RAJA Masuk Proyek FLNG Milik Genting Group. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memperluas ekspansi bisnis energi dengan mengakuisisi 5 persen saham PT Layar Nusantara Gas (LNG), entitas grup Genting yang mengembangkan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG). Aksi korporasi ini memantapkan langkah emiten infrastruktur energi tersebut untuk memperkuat rantai pasok gas alam cair nasional serta membuka peluang pertumbuhan anorganik baru.

Perseroan resmi memperkuat penetrasi di sektor infrastruktur gas alam cair melalui aksi korporasi strategis bersama kelompok usaha energi asal Malaysia. Langkah ini menandai keterlibatan perdana emiten energi tersebut pada fasilitas pencairan gas terapung di Tanah Air.

"Melalui (anak usaha) PT Raharja Gas Kasuri, kami telah menandatangani akta jual beli untuk mengakuisisi 5 persen saham PT Layar Nusantara Gas dari Genting LNG sebagai proyek FLNG pertama dan menjadi landmark bagi Indonesia," ujar Direktur PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), Praba Diwangkara Caraka Putra Soma dalam siaran paparan publik secara virtual, Kamis (10/9/2026).

Investasi pada fasilitas pencairan gas terapung berkapasitas 1,2 juta ton per tahun ini dikembangkan bersama Genting Oil & Gas Limited. Kepemilikan aset tersebut dinilai sejalan dengan visi perseroan dalam memperluas penetrasi infrastruktur gas di sektor midstream.

Kemitraan strategis ini diarahkan guna memperluas jangkauan rantai pasok sekaligus memperdalam kapabilitas operasional perseroan pada aset pemrosesan maritim. Keterlibatan modal ini secara langsung mempererat keselarasan antara lini eksplorasi hulu dan segmen pengelolaan gas di dalam grup perseroan.

"Kami akan meningkatkan transfer know-how terlebih dahulu sebelum memutuskan menambah porsi kepemilikan, sekaligus memperkuat sinergi antara bisnis hulu melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan sektor midstream di bawah RAJA," kata Praba.

Langkah masuk ke PT Layar Nusantara Gas menjadi fondasi awal bagi perseroan dalam memperkuat ekosistem niaga LNG dari hulu ke hilir. Perseroan tidak hanya membatasi perannya pada terminal pencairan gas, tetapi juga telah merancang ekspansi logistik pengangkutan laut.

Rencana integrasi tersebut disiapkan melalui pengadaan armada kapal pengangkut untuk mengoptimalkan distribusi perdagangan gas perseroan. Di sisi lain, entitas anak usaha juga membidik kepemilikan hak partisipasi langsung pada blok migas penyuplai pasokan.

"Akuisisi FLNG ini memperlebar bisnis trading gas kami yang akan dilengkapi rencana akuisisi armada LNG carrier dan very large gas carrier, sementara RATU juga berencana masuk ke dalam blok migas Genting itu sendiri," tutur Praba.

Untuk menuntaskan transaksi akuisisi 5 persen saham di fasilitas FLNG milik Genting tersebut, perseroan merogoh sekitar USD46 juta. Komitmen permodalan tersebut merupakan bagian dari alokasi dana yang disiapkan perseroan untuk merealisasikan tiga agenda investasi prioritas dengan nilai keseluruhan mencapai USD150 juta.

Kebutuhan permodalan proyek dipenuhi melalui perpaduan instrumen keuangan yang diperhitungkan secara cermat agar beban likuiditas tetap terukur. Manajemen mengoptimalkan ruang pendanaan perbankan maupun kas internal dengan menyesuaikan profil arus kas setiap aset.

"Kami membutuhkan dana sekitar USD46 juta untuk mengakuisisi 5 persen saham PT LNG dan total USD150 juta untuk tiga proyek awal, dengan memanfaatkan kombinasi dana internal dan eksternal sesuai karakteristik arus kas proyek masing-masing," kata Praba.

(NIA DEVIYANA)

SHARE