Rumor Haji Isam Akuisisi Saham Bayan (BYAN), Pihak Jhonlin Group Enggan Beri Tanggapan
Rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam langsung menjadi sorotan pasar di akhir pekan.
IDXChannel - Rumor akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam langsung menjadi sorotan pasar di akhir pekan.
Haji Isam dirumorkan tengah bersiap mengambil alih sekitar 62 persen saham perusahaan tambang batu bara tersebut.
Rumor itu mencuat setelah laporan dari sebuah media daring bahwa Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources, Dato’ Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef terlihat melakukan peninjauan area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).
Saat dikonfirmasi IDXChannel, salah satu pihak di lingkungan Jhonlin Group enggan memberikan tanggapan terkait rumor akuisisi saham BYAN tersebut.
Bukan Pemain Baru di Bisnis Tambang
Rumor tersebut menarik perhatian karena Haji Isam memang memiliki rekam jejak panjang di sektor pertambangan. Bisnisnya bermula dari Jhonlin Baratama yang bergerak sebagai kontraktor pertambangan batu bara.
Dari bisnis tersebut, Jhonlin Group kemudian berkembang ke berbagai lini, termasuk logistik, pelayaran, perkebunan sawit, biodiesel, hingga sektor mineral.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi Haji Isam juga tidak lagi hanya bertumpu pada batu bara.
Pada Mei 2026, misalnya, Haji Isam mengakuisisi sekitar 21,11 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang bergerak di sektor nikel. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp936,65 miliar.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa bisnis Haji Isam semakin melebar ke sektor sumber daya alam.
Jhonlin Group juga telah lama memiliki bisnis batu bara melalui Jhonlin Baratama, sementara di sektor agribisnis grup tersebut memiliki bisnis perkebunan sawit dan biodiesel melalui Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Selain memiliki eksposur langsung terhadap bisnis batu bara, keluarga Haji Isam juga memperkuat ekosistem pendukung pertambangan melalui PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). Perseroan bergerak di bidang infrastruktur pertambangan, termasuk jalan angkut, stockpile, terminal batu bara, hingga jasa kepelabuhanan.
Dengan demikian, apabila rumor akuisisi BYAN benar-benar terealisasi, aksi tersebut akan memperkuat posisi Haji Isam sebagai salah satu pemain besar di industri tambang nasional, sekaligus memperbesar eksposurnya terhadap bisnis batu bara.
Saham BYAN dan Jhonlin Ikut Terbang
Rumor tersebut turut menjadi perhatian investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), saham BYAN ditutup melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA) 20,00 persen ke level Rp14.400 per unit.
Kapitalisasi pasar BYAN pun mencapai sekitar Rp480 triliun.
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah saham yang terafiliasi dengan bisnis Jhonlin. Saham TEBE ditutup ARA 25,00 persen ke Rp1.375 per unit.
Sementara itu, saham perkebunan milik keluarga Haji Isam, JARR, naik 6,63 persen menjadi Rp2.010 per unit. Saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turut menguat 2,68 persen ke level Rp7.650 per unit. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.