MARKET NEWS

Rupiah Masih di Jalur Pelemahan, Ditutup di Rp16.997 per Dolar AS

Nia Deviyana 16/03/2026 15:42 WIB

Rupiah masih berada di jalur pelemahan dengan turun 39 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.997 per dolar AS.

Rupiah Masih di Jalur Pelemahan, Ditutup di Rp16.997 per Dolar AS. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (16/3/2026). Sempat menembus level psikologis di angka Rp17.006, rupiah masih berada di jalur pelemahan dengan turun 39 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.997 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen panas dari kancah geopolitik Timur Tengah serta kegaduhan domestik terkait postur anggaran negara.

Ibrahim menyoroti memanasnya situasi di Selat Hormuz, terutama setelah adanya pergerakan pasukan marinir Amerika Serikat yang mengindikasikan potensi serangan darat. 

Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel ini diperparah dengan ultimatum bernilai miliaran dolar dari pihak Donald Trump untuk pemimpin baru Iran.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia yang diprediksi bisa menyentuh level USD130 per barel, meski lembaga internasional seperti IAEA mencoba melakukan intervensi pasokan.

"Kita melihat bahwa dengan kenaikan harga minyak mentah yang sudah di atas USD100 per barrel, ada kemungkinan besar ini akan berdampak terhadap inflasi. Dengan inflasi ini kemungkinan besar Bank Central Amerika masih akan pertahankan suku bunga dan juga bisa menaikkan suku bunga melihat kondisi yang ada," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Dari sisi domestik, pasar merespons negatif perdebatan mengenai pelebaran defisit anggaran. Kenaikan harga minyak di atas USD92 per barel telah menekan fiskal, sementara pemerintah tengah dihadapkan pada pilihan sulit antara menjaga defisit di bawah 3 persen atau membiayai program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ibrahim mencatat bahwa kegaduhan muncul saat ada wacana penggunaan anggaran dari Kementerian Pendidikan untuk program MBG, yang memicu penurunan peringkat oleh lembaga internasional seperti Moody’s atau Fitch.

"Nah ini yang membuat harga mata uang rupiah kembali mengalami kelemahan," kata Ibrahim.

Melihat masih kuatnya tekanan dari sisi eksternal maupun ketidakpastian kebijakan fiskal di dalam negeri, Ibrahim memproyeksikan upiah masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan esok hari dengan support Rp16.990 dan resisten Rp17.050 per USD.

(NIA DEVIYANA)

SHARE