MARKET NEWS

Rupiah Sore Ini Berakhir Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS

Anggie Ariesta 05/02/2026 15:19 WIB

Nilai tukar rupiah melemah pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026), turun 65 poin atau sekitar 0,39 persen ke level Rp16.842 per dolar AS.

Rupiah Sore Ini Berakhir Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (5/2/2026), turun 65 poin atau sekitar 0,39 persen ke level Rp16.842 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu sebuah laporan media menyebutkan bahwa pembicaraan yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran pada hari Jumat dapat gagal.

“Namun, kemudian pada hari itu, para pejabat dari kedua pihak mengatakan bahwa pembicaraan akan tetap berlangsung pada hari Jumat meskipun topik yang akan dibahas belum disepakati,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Adapun, kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang besar mengenai apa yang seharusnya dibahas dalam pembicaraan tersebut.

Iran terbuka untuk membahas program nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, dengan negara-negara Barat, sementara AS juga ingin memasukkan rudal balistik Iran, dukungannya terhadap kelompok proksi bersenjata di sekitar Timur Tengah, dan perlakuannya terhadap rakyatnya sendiri.

Terlepas dari pembicaraan yang akan datang, ada kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump masih akan melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran, yang berpotensi menimbulkan konfrontasi yang lebih luas di wilayah kaya minyak tersebut. Selain kemungkinan gangguan produksi Iran jika terjadi konflik, ada kekhawatiran bahwa ekspor dari produsen Teluk lainnya dapat terpengaruh.

Selain itu, percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping, menjaga ketegangan antara Washington dan Beijing tetap tenang. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China. 

Trump mengungkapkan, ia akan melakukan perjalanan ke China pada bulan April dan bahwa mereka membahas perdagangan, militer, Taiwan, perang Rusia/Ukraina, Iran, dan pembelian minyak dan gas China dari AS.

Pasar mengantisipasi Fed yang lebih hawkish dan independen di bawah kepemimpinan Warsh. Para pedagang juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah jeda penurunan suku bunga Fed pada Januari dan penunjukan Warsh.

Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46 persen kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.

Dari sentimen domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dilaporkan sebesar 5,11 persen secara tahunan (YoY). Sementara, sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03 persen YoY. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan konsesus ekonom sebelumnya.

Sepanjang 2025 berdasakan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun.

Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom. Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Sepanjang 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1 persen secara tahunan (YoY). Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1 persen jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.840 - Rp16.900 per dolar AS.


(kunthi fahmar sandy)

SHARE