Rupiah Tergelincir ke Rp17.424 Dibayangi Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pelemahan rupiah dibayangi oleh eskalasi konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan baru di kawasan Teluk.
IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,17 persen ke level Rp17.424 per USD pada perdagangan Selasa (5/5/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dibayangi oleh eskalasi konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan baru di kawasan Teluk.
Situasi ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan upaya baru untuk membuka jalur bagi kapal tanker dan kapal lain yang terjebak di jalur vital perdagangan energi tersebut.
“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (5/5/2026)
AS mengatakan telah menghancurkan enam kapal militer kecil Iran selama pertempuran di selat tersebut. Ketegangan meningkat lebih lanjut setelah serangan Iran menargetkan infrastruktur di Uni Emirat Arab, termasuk terminal minyak di pelabuhan Fujairah.
Sementara itu guncangan energi yang terjadi menambah tekanan pada bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed), untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I 2026. Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun lalu atas dasar harga berlaku Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp3.447,7 triliun.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang Garuda akan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp17.420-Rp17.460 per USD pada perdagangan selanjutnya.
(DESI ANGRIANI)