MARKET NEWS

Sah, SIG (SMGR) Putuskan Bagi Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen

Taufan Sukma Abdi Putra 08/05/2026 20:48 WIB

Pada triwulan I-2026, SIG berhasil mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 1,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 8,71 juta ton.

Sah, SIG (SMGR) Putuskan Bagi Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen

IDXChannel - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, baru saja merampungkan gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Dalam rapat, seluruh pemegang saham menyetujui penggunaan seluruh laba tahun berjalan Perseroan yang didapat sepanjang 2025, untuk sepenuhnya dibagikan pemegang saham dalam bentuk dividen tunai.

Sesuai Laporan Keuangan yang telah dirilis Perseroan, total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2025 tersebut, tercatat mencapai Rp190,848 miliar.

"Keputusan (pembagian seluruh laba menjadi dividen) ini merupakan bentuk komitmen penuh Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan yang selama ini diberikan," ujar Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, dalam keterangan resminya, usai pelaksanaan RUPST. 

Menurut Vita, SIG sejauh ini terbukti telah berhasil mengatasi tantangan bisnis yang ada di pasar, terutama pada paruh kedua 2025, di mana Perseroan mulai mengimplementasikan strategi transformasi yang berhasil menciptakan titik balik dan tren kinerja yang positif bahkan berlanjut hingga triwulan I-2026.

Ke depan, Vita menjelaskan, pihaknya tetap akan senantiasa siap menjaga momentum pertumbuhan untuk mengoptimalkan kinerja positif yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi pemegang saham.

Hal ini tak lepas dari proyeksi industri semen nasional pada 2026, yang diyakini bakal memasuki fase pemulihan yang lebih stabil, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2 persen hingga 5,5 persen.

"Permintaan semen domestik diperkirakan akan tumbuh moderat antara satu sampai dua persen, dengan ditopang pemulihan daya beli masyarakat dan realisasi berbagai proyek pemerintah yang akan menjadi katalisator positif untuk pemulihan serapan kapasitas dan kinerja industri," ujar Vita.

Sejak menjalankan strategi transformasi pada paruh kedua 2025 lalu, dikatakan Vita, pihaknya telah mampu menjaga tren kinerja positif sekaligus menyiapkan mesin pertumbuhan baru melalui penguatan pasar ekspor.

Pada triwulan I-2026, SIG berhasil mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 1,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 8,71 juta ton, dengan nilai pendapatan mencapai Rp8,29 triliun, atau tumbuh 8,3 persen (YoY).

Melalui salah satu anak usahanya, yaitu PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), atau SBI, bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 mendatang.

Fasilitas tersebut akan menjadi basis penguatan ekspor SIG sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.

Hal ini juga tidak lepas dari pilihan strategi SIG yang tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, namun juga sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan.

"Transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing SIG di tengah tantangan industri domestik, sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional, mengoptimalkan utilisasi, dan mendukung pertumbuhan profitabilitas Perseroan," ujar Vita.

(taufan sukma)

SHARE