Saham Astra Otoparts (AUTO) Melesat 47 Persen dalam 2 Bulan, Tender Offer Jadi Katalis
Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mendadak reli dalam beberapa waktu belakangan sebelum muncul pengumuman penawaran tender sukarela.
IDXChannel - Saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mendadak reli dalam beberapa waktu belakangan sebelum muncul pengumuman penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) dari pemegang saham pengendali.
Saham AUTO yang biasanya bergerak sideways tiba-tiba naik ke level Rp3.450, mengacu pada data terakhir perdagangan Senin (31/8/2026). Dalam dua bulan terakhir, harga saham perusahaan komponen otomotif itu melejit 47 persen ke titik tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada 1 Juli, harga saham AUTO masih berada di angka Rp2.350.
Pemegang saham pengendali PT Astra International Tbk (ASII) hari ini mengumumkan penawaran tender sukarela kepada pemegang saham publik. Adapun harga penawaran mencapai Rp3.600 per saham, lebih tinggi 35,57 persen dari harga rata-rata penutupan selama 90 hari terakhir.
Meski harga saham AUTO naik hampir 50 persen, harga yang ditawarkan Astra juga masih lebih tinggi daripada harga pasar. Harga saham AUTO hingga siang ini bertengger di Rp3.450 per saham.
Astra siap membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham AUTO atau 4,947 persen dari pemegang saham publik. Perusahaan konglomerasi raksasa itu menyiapkan dana Rp858,39 miliar untuk melakukan buyback tersebut.
Hingga Juni 2026, posisi kas dan setara kas Astra mencapai Rp46,15 miliar, memungkinkan perseroan untuk melakukan investasi, termasuk pada entitas anaknya sendiri.
Dari sisi kinerja, AUTO sebagai bagian dari Astra Group memiliki performa yang cemerlang di tengah industri otomotif yang dinamis. Kinerja AUTO tetap tangguh sebagai industri yang menopang industri kendaraan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4).
Pada semester I-2026, AUTO membukukan laba bersih Rp1,15 triliun, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp939 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih AUTO mencapai Rp10,9 triliun, tumbuh 13 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp9,6 triliun.
Selain itu, valuasi saham AUTO juga tergolong undervalued dengan kondisi fundamental yang baik. Bahkan dengan harga saat ini, price to earning ratio (PER) TTM AUTO berada di level 6,90 kali dengan price to book value (PBV) 1,04 kali.
Nilai kapitalisasi pasar AUTO saat ini sekitar Rp16,7 triliun. Adapun posisi kas dan setara kas mencapai Rp4,30 triliun dengan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp11,98 triliun.
(Rahmat Fiansyah)