Saham Bank Besar Lanjut Menguat, Intip Proyeksi Terbarunya
Saham-saham bank besar melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (20/7/2026), meneruskan momentum positif yang terbentuk sepanjang pekan lalu.
IDXChannel - Saham-saham bank besar melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (20/7/2026), meneruskan momentum positif yang terbentuk sepanjang pekan lalu.
Reli saham bank turut menjadi penopang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal perdagangan.
Hingga pukul 10.33 WIB, IHSG menguat 0,88 persen ke level 6.231. Penguatan indeks didorong oleh menguatnya sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar, bersama saham konglomerasi kenamaan.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin kenaikan dengan menguat 3,03 persen ke Rp3.060 per unit.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 0,84 persen ke Rp3.610 per unit, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bertambah 0,77 persen ke Rp6.525 per unit.
Berbeda, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi tipis 0,22 persen ke Rp4.470 per unit.
Penguatan sektor perbankan sejalan dengan berlanjutnya akumulasi investor asing pada saham-saham big banks.
Pada perdagangan terakhir, menurut BRI Danareksa Sekuritas, Senin (20/7), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp698 miliar di BBCA, Rp374 miliar di BMRI, dan Rp267 miliar di BBRI.
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (17/7/2026), investor asing juga membukukan net buy Rp725 miliar di pasar reguler, dengan BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi tiga saham yang paling banyak diakumulasi.
Sentimen positif turut ditopang langkah Bank Indonesia (BI) yang menegaskan perbankan nasional tidak akan menanggung kerugian bank sentral dalam skema stabilisasi nilai tukar rupiah, disertai penguatan instrumen stabilisasi rupiah.
Jika tren arus masuk dana asing terus berlanjut, kata BRI Danareksa, saham-saham bank berkapitalisasi besar dinilai berpotensi kembali menjadi motor penguatan IHSG, didukung fundamental yang solid serta bobotnya yang besar terhadap indeks.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang berpotensi diuntungkan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena posisi mereka yang memiliki CASA tertinggi.
Dia menjelaskan rata-rata rasio CASA bank-bank besar berada di atas 80 persen.
"Ini membuat cost of fund mereka tinggi. Kita ketahui saat ini BI Rate berada di angka 5,75 persen, mirip dengan era 2024," katanya, Senin (20/7).
Selain didukung faktor fundamental, Michael juga melihat saham-saham bank besar mulai membentuk pola pembalikan arah secara teknikal.
Namun, menurutnya, pola tersebut baru akan terkonfirmasi apabila berhasil menembus level resistance masing-masing.
"BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI masing-masing memiliki pola reversal yang akan terkonfirmasi jika BBCA melewati angka 6.550, BBRI 3.130, BBNI 3.920, dan BMRI 4.570,” imbuh Michael. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.