Saham Bank Besar Semringah, BBCA Melonjak 10 Persen saat IHSG Rebound 3 Persen
Saham-saham bank besar menghijau pada perdagangan Rabu (10/6/2026), seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 3,17 persen.
IDXChannel – Saham-saham bank besar menghijau pada perdagangan Rabu (10/6/2026), seiring penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 3,17 persen ke level 5.928,66 hingga pukul 14.50 WIB.
Penguatan paling menonjol terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melesat 10,68 persen ke Rp5.700 per unit. Kenaikan juga dicatat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 7,03 persen ke Rp3.500 per unit.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menguat 4,68 persen ke Rp1.230 per unit, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 3,42 persen ke Rp4.230 per unit dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang bertambah 3,23 persen ke Rp2.880 per unit.
Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 2,17 persen ke Rp1.880 per unit.
Di kelompok bank digital, PT Bank Jago Tbk (ARTO) menguat 4,79 persen ke Rp985 per unit, sedangkan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menjadi salah satu yang terkoreksi dengan penurunan 3,08 persen ke Rp630 per unit.
Secara keseluruhan, nilai transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp25,33 triliun dengan volume transaksi 35,92 miliar saham. Sebanyak 601 saham menguat, 152 saham melemah, dan 206 saham lainnya stagnan.
Namun, hingga data tengah hari, investor asing kembali melakukan jual bersih (net sell) Rp2,75 triliun di pasar saham domestik, melanjutkan aksi lego jumbo Rp2,59 triliun saat IHSG rebound tajam 7,57 persen sehari sebelumnya, berusaha menjauhi level terendah sejak akhir 2020.
Meski rebound cukup kuat, posisi IHSG masih berada dalam fase pemulihan. Secara mingguan indeks masih terkoreksi 4,34 persen, melemah 14,97 persen dalam satu bulan terakhir, dan turun 31,49 persen secara year-to-date (ytd).
Sebelumnya, pasar saham domestik tertekan oleh kombinasi berbagai sentimen negatif, mulai dari aksi jual investor asing, peringatan terkait transparansi pasar dari MSCI yang kemudian diikuti FTSE Russell, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh rekor terendah, ketidakpastian kebijakan di dalam negeri, hingga meningkatnya tensi geopolitik global.
Sentimen positif terbaru datang dari langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Menurut Phintraco Sekuritas, keputusan tersebut mendapat respons positif dari pasar dan diikuti penguatan rupiah sebesar 0,65 persen ke level Rp18.065 per USD pada perdagangan sebelumnya.
BI menyatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga ketahanan ekonomi nasional, serta memastikan sasaran inflasi periode 2026–2027 tetap tercapai.
Selain menaikkan BI Rate, BI juga meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di seluruh tenor dan memberikan insentif penurunan biaya lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen.
Dari sisi teknikal, Phintraco mencatat IHSG kembali bergerak di atas level rata-rata pergerakan 200 bulan (MA200 monthly). Pada grafik harian, indeks juga berhasil ditutup di atas MA5 dan menutup gap perdagangan sebelumnya.
Indikator Stochastic RSI bahkan telah membentuk golden cross di area oversold yang mengindikasikan peluang berlanjutnya pemulihan pasar dalam jangka pendek.
Selain dukungan dari kebijakan BI, pasar juga mendapat sentimen positif dari koordinasi DPR dengan sejumlah institusi seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), dan bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas pasar modal.
Salah satu opsi yang dibahas adalah rencana buyback saham perbankan BUMN yang tercatat di BEI. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.